Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketum KOI Katakan Tim Masih Terus Jajaki Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

📅 Minggu, 31 Mar 2024, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketum KOI Katakan Tim Masih Terus Jajaki Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade Doc: ANTARA/Donny Aditra
Ket. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC), Raja Sapta Oktohari (kiri), menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).

Jakarta - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC) Raja Sapta Oktohari mengatakan, dirinya dan tim masih terus menjajaki kemungkinan Indonesia untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahragamultieventpaling prestisius, olimpiade.

Ia menjelaskan, Indonesia berupaya untuk menjadi tuan rumah dan yang paling memungkinkan adalah pada Olimpiade 2036.

"Kami terus meneruskan cita-cita untuk menjadi tuan rumah Olimpiade. Mungkin di 2036," kata pria yang kerap disapa Okto itu di Jakarta, Sabtu.

Dia membeberkan, untuk mencapai hal tersebut, saat ini Indonesia telah mendapatkan akses sebagai pengamat (observer) yang akan mengundangstakeholder untuk melihat langsung kesiapan dan persiapan yang dilakukan panitia Olimpiade Paris 2024, maupun untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

Tiga orangobserver itu, tambah dia, terdiri dari perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan KOI/NOC.

"Usaha itu masih terus kami kejar, karena kami pun beberapa waktu lalu sudah mengirimkan perwakilan dan nanti akan terus berlanjut untuk Olimpiade Paris dan Los Angeles 2028 guna melihat fase persiapan," ujar dia.

Okto optimistis usaha itu akan menemui titik terang untuk Indonesia, sehingga meminta semua pihak untuk mendukung dan mendoakan agar keinginan tersebut bisa terwujud.

Sementara itu, Olimpiade Paris 2024 akan berlangsung pada musim panas 26 Juli hingga 11 Agustus.

Moto olimpiade tahun ini yaitu "Venez Partager" yang bermakna dibuat untuk berbagi.

Saat ini, ada sembilan atlet yang dipastikan lolos ke Olimpiade Paris 2024, yaitu atlet lari Lalu Muhammad Zohri dan Odekta Naibaho, panahan putra Arif Dwi Pangestu, panahan putri Diananda Choirunisa.

Kemudian, atlet senam artistik Rifda Irfanaluthfi, menembak putra Fathur Gustafian, panjat tebing putra Rahmad Adi Mulyono, panjat tebing putri Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan peselancar putra Indonesia Rio Waida.

Khusus antara Lalu Muhammad Zohri dan Odekta Naibaho, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) belum menentukan atlet mana yang akan menggunakan kesempatan wild card atau diikutsertakan ke dalam turnamen, sesuai kebijakan penyelenggara Olimpiade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.