Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Sebut LHKPN ASN di Jabar Telah 100 Persen

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPK Sebut LHKPN ASN di Jabar Telah 100 Persen Doc: ANTARA/Ricky Prayoga.
Ket. Kepala Satgas II Wilayah 1 Koordinator dan Supervisi KPK Arif Nurcahyo memberikan keterangan selepas rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2024 untuk mencegah tindak korupsi pada pemerintah daerah di Gedung Sate Bandung, Rabu (27/3).

BANDUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) eksekutif di Jawa Barat telah 100 persen, sementara sebanyak 44 dari 117 orang legislator di Jabar belum melaporkan dokumen tersebut.

"Kami melakukan pemantauan terkait LHKPN. Sampai hari ini, untuk ASN atau eksekutif sudah 100 persen. Legislatif sekitar 44 orang belum melaporkan LHKPN," ucap Kepala Satgas II Wilayah 1 Koordinator dan Supervisi KPK Arif Nurcahyo selepas rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi tahun 2024 untuk mencegah tindak korupsi pada pemerintah daerah di Gedung Sate Bandung, Rabu (27/3).

Karenanya, Arif mendorong kedua lembaga tersebut sejalan dalam ketertiban administrasi, utamanya adalah legislator Jawa Barat sebagai wujud pejabat publik yang taat aturan.

Terlebih, menurutnya di dalam lembaga legislatif, merupakan orang-orang pilihan yang dipilih sehingga diharapkan bisa memberikan contoh yang baik soal kepatuhan administrasi. "Kami imbau, masih ada waktu sampai 31 Maret. Sehingga mudah-mudahan bisa menjadi teladan bagi penyelenggara negara lainnya soal kepatuhan buat orang contohnya LHKPN," tuturnya.

Diakui Arif, jika sampai 31 Maret 2024 tidak ada laporan, memang tidak ada sanksi hukum yang mengancam, namun dia mengingatkan LHKPN merupakan syarat administrasi untuk menjadi penyelenggara negara.

"Kalau sanksi secara hukum dari KPK tidak ada, tetapi itu merupakan salah satu persyaratan untuk menjadi anggota baru, kemudian kepala daerah," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.