Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Buktikan Kain Kafan Turin yang Digunakan Menutupi Tubuh Yesus Adalah Asli

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Ilmuwan Buktikan Kain Kafan Turin yang Digunakan Menutupi Tubuh Yesus Adalah Asli Doc: ISTIMEWA
Ket. Kain Kafan Turin

TURIN - Hasil uji ilmiah terbaru yang dilakukan pada kain kafan Turin yang terkenal telah mengungkapkan bahwa rami yang digunakan untuk membuat linen ditanam di Timur Tengah.

Dikutip dari Catholic Herald, hasil uji isotop memberikan bukti baru, kain kafan tersebut adalah pakaian sebenarnya yang digunakan untuk menutupi tubuh Yesus Kristus setelah penyaliban, dan bukan kain palsu yang dibuat di Eropa abad pertengahan.

Potongan kain yang diambil dari kain kafan tersebut menunjukkan rami tersebut berasal dari Levant bagian barat, sebuah wilayah yang saat ini diduduki oleh Israel, Lebanon, dan bagian barat Yordania dan Suriah.

"Dengan kemungkinan berasal dari Timur, keraguan baru harus muncul mengenai penafsiran kain kafan itu hanya sebagai peninggalan palsu yang dibuat di Eropa abad pertengahan, dan pertanyaan baru muncul tentang gambar menandakan apa pada kain kafan tersebut," kata William Meacham, arkeolog Amerika Serikat, yang melakukan penelitian ini.

"Kemungkinan kain ini sebenarnya adalah kain kafan Yesus diperkuat dengan bukti baru ini. Dalam pandangan saya, itu tetap merupakan penjelasan terbaik mengenai kafan itu," ujarnya.

Sebagai anggota Dewan Direksi Asosiasi Pendidikan dan Penelitian Kain Kafan Turin atau Shroud of Turin Education and Research Association (STERA), Meacham memperoleh izin untuk menguji lima dari tujuh benang yang dimiliki grup tersebut.

Benang-benang tersebut berasal dari sampel yang dikenal sebagai "potongan Raes" yang dikeluarkan dari kain kafan pada tahun 1973 untuk penelitian tekstil.

Lakukan Penelitian

Empat belas benang diberikan oleh Keuskupan Agung Turin kepada fisikawan Ray Rogers, anggota tim ilmiah Amerika Serikat yang telah melakukan penelitian di lokasi terhadap kain kafan tersebut pada tahun 1978, dan kemudian diteruskan ke STERA.

Pengujian dilakukan di Laboratorium Isotop Stabil Universitas Hong Kong, yang mampu menguji sampel yang sangat kecil bahkan kurang dari 1 miligram.

Meacham mengatakan asal usul kain kafan dari Timur itu penting karena ini memperkuat "ciri-ciri lain yang mengarah ke arah itu". Yang paling menonjol adalah serbuk sari. Meskipun banyak identifikasi telah diabaikan, spesies tertentu secara keseluruhan masih menunjukkan keberadaan Mediterania Timur," terangnya.

"Demikian pula, mahkota duri [pada kain kafan] dengan model helm, bukan lingkaran Romawi, merupakan ciri khas Asia Kecil dan Levant."

"Yang lainnya adalah klaim adanya koin pada mata pada gambar kain kafan yang cocok dengan contoh yang terdokumentasi dari penguburan abad kedua di Yudea," ujar dia.

"Ini adalah konfirmasi yang mengesankan atas hipotesis yang dihasilkan oleh analisis 3D komputer pada tahun 1977, pada saat tidak ada contoh yang diketahui (di luar Israel) mengenai praktik semacam itu pada zaman dahulu."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.