Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkop UKM Terus Data Koperasi dan UMKM

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkop UKM Terus Data Koperasi dan UMKM Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah (tengah) dalam temu media di Jakarta, Selasa (26/3/2024).

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pendataan lengkap koperasi dan usaha mikro, kecil, menengah (KUMKM) di seluruh provinsi di Indonesia untuk membangun basis data KUMKM yang terstandardisasi dan terintegrasi.

Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah dalam temu media di Jakarta, Selasa (26/3), mengatakan bahwa kementeriannya telah berhasil mengumpulkan 13,4 juta data pelaku KUMKM. Data ini terdiri dari 9,1 juta data yang dikumpulkan pada 2022 dan 4,3 juta data pada 2023.

"Kami akan terus bergerak karena selama ini yang ditunggu-tunggu adalah data para pelaku KUMKM by name dan by address," ucap dia.

Azizah menuturkan pada 2021, Kemenkop UKM fokus pada pengembangan aplikasi dan website untuk pendataan. Kemudian, pada 2022, dilakukan survei langsung kepada pelaku KUMKM di 240 kabupaten/ kota.

Kemudian pada 2023, Kemenkop UKM bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan sensus dan survei serupa di 215 kabupaten/kota.

Azizah menjelaskan bahwa data ini terdiri atas tujuh klasifikasi, yaitu identitas pengusaha, identitas usaha, bidang usaha, faktor pemasaran, proses produksi, keuangan, dan SDM.

Dia mengatakan basis data ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti merumuskan kebijakan dan program yang tepat sasaran, mengetahui profil dan kebutuhan para pelaku KUMKM secara lebih detail, meningkatkan kinerja KUMKM, hingga meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.

"Selain mencari, membina, mengembangkan (KUMKM), semua landasannya adalah pendataan. Data ini nantinya akan digunakan oleh Kemenkop UKM, kementerian lain, dan pemerintah daerah," kata Azizah.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa kementeriannya juga masih menghitung potensi kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Perhitungan dilakukan setelah data KUMKM tersebut lengkap.

Azizah menuturkan bahwa proses pendataan ini memiliki beberapa tantangan, salah satunya adalah menjangkau para pelaku usaha di daerah terpencil. Tak hanya itu, pendataan dilakukan secara langsung, bukan digital, sehingga harus mendatangi para pelaku usaha satu per satu.

Meski demikian, pendataan ini diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.