Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa M6 Terjadi di Tuban Jatim, Getaran Dirasakan Warga Surabaya

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 11:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa M6 Terjadi di Tuban Jatim, Getaran Dirasakan Warga Surabaya Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Tangkapan layar pantauan terjadinya gempa oleh BMKG.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa dengan magnitudo 6 di Kota Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3), sekitar pukul 11.22 WIB.

Dalam peringatan dini yang diekspose melalui sistem aplikasi infoBMKG di Jakarta, Kamis, menginformasikan titik koordinat gempa berada di koordinat 5,74 Lintang Selatan (LS), 112,32 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.

Sedangkan pusat gempa berada di laut pada jarak 132 kilometer timur laut Kota Tuban.

BMKG belum melaporkan secara rinci terkait dengan pemicu dan dampak yang ditimbulkan gempa itu terhadap masyarakat.

Untuk itumasyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sampai dengan hasil analisa peristiwa menyeluruh dilaporkan oleh BMKG.

Hasil analisa tersebut bisa didapatkan masyarakat dengan cara mengakses aplikasi daring infoBMKG, media sosial infoBMKG, atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Gempa bumi dirasakan sejumlah warga di Kota Surabaya, Jawa Timur, sehingga membuat sebagian harus keluar dari ruangan kantor untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satunya seperti yang dirasakan karyawan di Ruko Este Square, Merr Surabaya, Yani Hirmawati, yang merasakan getaran dua kali di dalam kantornya.

"Dua kali getaran sangat terasa kencang, meja kerjaku sampai bergetar dan goyang-goyang. Ini sebagian karyawan yang bekerja di ruko ini juga keluar dari kantor," katanya, Jumat.

Ia mengatakan getaran tersebut membuat seluruh karyawan isi kantornya keluar khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Langsung keluar ruangan kantor," ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Wida, salah satu karyawan di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, yang mengaku jika getaran gempa tersebut sangat kencang terasa. "Yos Sudarso Surabaya, depan alun-alun kencang sekali," katanya dalam grup percakapan.

Kejadian gempa yang dirasakan sebagian besar warga Surabaya ini ramai di sejumlah grup percakapan WhatsApp (WA).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.