Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benny: Metode Pengajaran Pancasila Perlu Terus Diperbarui

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Benny: Metode Pengajaran Pancasila Perlu Terus Diperbarui Doc: DOK KORAN JAKARTA
Ket. Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP

JAKARTA - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengingatkan perlunya terus memperbarui pendekatan dalam metode pengajaran Pancasila sesuai perkembangan dan perubahan atmosfer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"BPIP perlu terus memperbarui pendekatan dalam metode pengajaran Pancasila sesuai dengan perkembangan dan perubahan atmosfer dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Benny dalam Forum Curah Pikir Pusat Kajian Pancasila yang digelar Kedeputian Pengkajian dan Materi BPIP, di Jakarta, Rabu (20/3).

Hal ini sejalan dengan pernyataan anggota Dewan Pengarah BPIP, Amin Abdullah, bahwa BPIP perlu membangun pendekatan yang tidak hanya formal terhadap kementerian dan badan yang bertanggung jawab terhadap penerapan buku teks utama Pancasila.

Menurut keterangan tertulis yang diterima Koran Jakarta, Kamis (21/3), kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan buku teks utama Pancasila yang akan digunakan mulai tahun ajaran baru pada Juli 2024.

Benny juga menekankan perlunya BPIP untuk maju dan tidak terjebak dalam kegiatan seremonial yang kurang efektif dalam upaya penerapan buku teks utama Pancasila pada peserta didik.

Menghadapi momen tahun ajaran baru, Benny menyarankan agar BPIP mulai menjalin komunikasi dengan pihak terkait secara efektif, sehingga buku teks utama Pancasila dapat digunakan peserta didik dengan tepat waktu.

Selain Benny dan Amin Abdullah, forum tersebut dihadiri Deputi Pengkajian dan Materi BPIP, Surahno, serta para stakeholder terkait buku teks utama Pancasila, seperti tokoh pendidik dan guru PPKn.

Acara ini juga dihadiri oleh 50 tokoh dan pakar pendidikan yang secara aktif berpartisipasi dalam diskusi dan forum curah pikir. Mereka memberikan kontribusi penting dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat pengajaran dan penerapan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Transformasi Positif

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi Pancasila dalam pendidikan, Forum Curah Pikir Pusat Kajian Pancasila ini diharapkan akan menjadi awal yang baik untuk transformasi positif dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Sebelumnya, Benny menyatakan Pancasila adalah dasar filosofi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila adalah pedoman dalam berperilaku, bertindak dan bernalar, serta menjadi dasar serta fondasi perilaku pengambil kebijakan yaitu pemerintah yang menjalankan negara. Itu yang harus dipahami dan diketahui terlebih dahulu.

"Sistem ekonomi kita, misalnya, tidak boleh kapitalisme yang hanya mementingkan persaingan bebas dan pasar, tetapi ada sebuah sistem dari negara yang melindungi yang lemah dan kecil. Sistem ekonomi kita harus berkiblat dengan nilai-nilai Pancasila," tandas Benny.

Dia pun menjelaskan nilai-nilai yang terkandung di Pancasila. "Nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan sosial. Yang paling sulit diwujudkan adalah nilai keadilan sosial, yaitu soal bagaimana semua masyarakat Indonesia tercukupi sandang, pangan, dan papannya. Seharusnya, semua bersih dari KKN, tapi sekarang sulit, karena KKN merajalela, apalagi kita bisa lihat, nepotisme terlihat sekali belakangan ini," jelasnya.

Benny juga menyatakan nilai-nilai Pancasila harus menjadi habituasi masyarakat Indonesia. Itu tidak melanggar agama apa pun, karena Pancasila itu internalisasi nilai-nilai agama yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.