Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penetrasi Kendaraan Listrik di Indonesia Bisa Lebih Cepat

3 Rabu, 20 Mar 2024, 13:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penetrasi Kendaraan Listrik di Indonesia Bisa Lebih Cepat Penetrasi Kendaraan Listrik di Indonesia Bisa Lebih Cepat Doc: Antara
Ket. Kendaraan listrik saat peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project.

JAKARTA - Head of Industrials Asia Pacific HSBC Global Banking Misi Tang memperkirakan penetrasi kendaraan listrik (EV) di tanah air bisa lebih cepat mengingat berbagai potensi besar yang sudah dimiliki Indonesia.

"Menurut saya, Indonesia bisa lebih cepat (untuk penetrasi EV). Karena Indonesia memiliki teknologi existing, sumber daya mineral, dan dinamika geopolitik yang mendukung. Jadi, saya pikir ini akan terjadi lebih cepat," kata Misi dalam HSBC Investment Forum di Jakarta, Selasa (19/3).

Dia mencontohkan penetrasi mobil listrik di Tiongkok hanya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk tumbuh dari lima persen menjadi 35 persen.

Misi pun memperkirakan penetrasi mobil listrik di Tiongkok dapat meningkat menjadi 53 persen di 2025.

Ketika penetrasi sudah mencapai 35 persen, Misi mengatakan bahwa sebagian besar penawaran produk baru yang tersedia di pasar pada dasarnya adalah model EV dan tidak banyak model combustion engine atau ICE yang tersedia.

Maka, walaupun subsidi pemerintah nantinya dihapuskan, dia memproyeksikan penetrasi EV akan terus meningkat di Tiongkok.

Belajar dari Tiongkok, Misi mengatakan bahwa pemberian insentif dari pemerintah memang sangat penting di saat industri mulai dan aktif sebagai akselerator dalam pengembangan EV. Selain itu, peran ekosistem baterai EV juga sangat penting.

Rantai Pasok

Senada dengan Misi, Managing Director Wholesale Banking HSBC Indonesia Riko Tasmaya mengatakan dukungan terhadap rantai pasok baterai EV menjadi salah satu fokus perseroan saat ini, di samping proyek di sektor ESG lainnya.

Dia mencontohkan perusahaan telah mendukung Merdeka Battery Materials serta joint venture antara LG dan Hyundai yang akan memproduksi sel baterai di Indonesia.

"Ada beberapa yang sudah dilakukan investasi dari foreign yang baru masuk. Sekitar dua tahun yang lalu, itu joint venture (JV) antara LG dan Hyundai. HSBC juga men-support transaksi tersebut. Itu masuk sebagai one of the first battery cell yang manufacturing di Indonesia," kata Riko.

Di sisi lain, Riko mengatakan HSBC juga mendukung berbagai sektor yang termasuk dalam rantai pasok kendaraan listrik. Beberapa pemain lain yang telah mendapat dukungan dari perusahaan seperti SGMW Multifinance Indonesia, VinFast, hingga Bluebird.

"Kami percaya supply chain ini benar-benar end to end. Jadi, kita tidak bisa masuk, misalnya di baterai saja. Kita mesti masuk di tiap supply chain-nya. Nanti kita lihat mana yang menjadi sort of like priority growth-nya. Tapi, sekarang kita masuk di masing-masing supply chain-nya," kata Riko.

Mengingat pentingnya percepatan penetrasi EV di Indonesia, Riko mengingatkan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah harus terus diperkuat.

Dia menambahkan investor juga memerlukan peran perbankan untuk menghubungkan dengan pemerintah dan rantai pasok industri. Oleh sebab itu, pihaknya mengambil bagian dalam peran tersebut.

"Ini adalah suatu kesempatan besar yang sedang diperjuangkan Indonesia, fokus untuk menjadikannya ke tahap berikutnya (dalam percepatan penetrasi EV). Tetapi ini juga akan menjadi journey semua stakeholder, termasuk bank dan HSBC mencoba untuk mengembangkan ini. Dan, ini sesuatu yang tidak mudah," kata Riko.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Tekan Inflasi di Kulon Prog...
Olahraga
Malaysia Berulah, Tindakan ...
Nasional
Menteri Perdagangan: Faktor...
Olahraga
BREAKING NEWS: Kacau, AFC M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.