Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Memperparah Ancaman pada Keamanan Global

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Memperparah Ancaman pada Keamanan Global Doc: VANO SHLAMOV/AFP
Ket. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg

BAKU - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jens Stoltenberg, pada Minggu (17/3), menekankan perlunya memerangi pemanasan global dan menyebut perubahan iklim sebagai "pengganda krisis" yang berdampak pada keamanan global.

Dikutip dari The Straits Times, pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Baku bersama Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, yang negaranya kaya energi akan menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB Conference of the Parties (COP) 29 pada bulan November.

Stoltenberg memuji Azerbaijan atas peran penting dalam menyalurkan gas (alam) kepada sekutu-sekutu utama NATO. "Tantangannya adalah dunia membutuhkan energi, namun pada saat yang sama kita perlu melawan pemanasan global," ujarnya.

"Kita perlu menyelaraskan kebutuhan energi dan lingkungan," katanya, seraya menambahkan perubahan iklim penting bagi keamanan, penting bagi NATO.

"Perubahan iklim adalah pengganda krisis, dan kami melihat dampak perubahan iklim di seluruh dunia," tandasnya. Stoltenberg juga memuji Azerbaijan karena berinvestasi pada energi alternatif, dan menekankan potensi besar negara tersebut sebagai pemasok tenaga air dan tenaga surya ke pasar Eropa.

Keputusan untuk mengadakan pertemuan puncak iklim di negara produsen minyak dan gas Azerbaijan telah dikritik oleh kelompok lingkungan hidup. Namun, negara Kaspia yang dikontrol ketat ini berupaya mengubah reputasinya sebagai negara otoriter yang menimbulkan polusi.

Aliyev mengatakan meskipun negaranya adalah "pemasok gas pan-Eropa", negaranya memiliki agenda transisi ramah lingkungan yang ambisius.

Transisi Hijau

Ia mengatakan terpilihnya Azerbaijan sebagai tuan rumah COP-29 pada 11-24 November merupakan tanda pengakuan atas upaya kami dalam transisi hijau.

Ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut COP-29 diselenggarakan oleh raksasa minyak, dengan konferensi tahun 2023 diadakan di Uni Emirat Arab.

Terkait dengan upaya mengatasi pemanasan global, seperti dikutip dari Antara, Badan Pengawas Keuangan Jepang mempertimbangkan untuk mewajibkan perusahaan yang terdaftar di bursa efek Tokyo untuk mengungkapkan informasi mengenai emisi gas rumah kaca di seluruh rantai pasokan mereka.

Badan Jasa Keuangan tersebut akan membentuk sebuah panel pada bulan ini untuk membahas rincian kebijakan yang diharapkan dapat mendukung upaya global untuk mempercepat dekarbonisasi, sesuai dengan rencana yang diusulkan pada pertemuan Dewan Sistem Keuangan.

Salah satu pilihan adalah terlebih dahulu menargetkan perusahaan-perusahaan besar yang menghadapi peningkatan pengawasan dari investor institusi global, daripada menerapkan aturan yang sudah ada pada sekitar 1.600 perusahaan yang terdaftar di Pasar Utama secara bersamaan, menurut rencana pemerintah.

Jepang berupaya membentuk standar pengungkapan berkelanjutan berdasarkan standar yang diumumkan pada 2023 oleh Badan Standar Keberlanjutan Internasional, sebuah badan global yang menetapkan aturan pelaporan keuangan. Rancangan standar negara tersebut diharapkan akan dirilis pada akhir Maret.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.