Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Dekatkan Akses Air Bersih Warga Nunukan dengan Sumur Bor

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Dekatkan Akses Air Bersih Warga Nunukan dengan Sumur Bor Doc: ANTARA/HO-Dokpim Nunukan
Ket. Bupati Nunukan Asmin Laura menyalakan kran air tanda diresmikannya proyek air bor untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Nunukan, Senin (18/3/2204).

Tanjung Selor - Bupati Nunukan Asmin Laura meresmikan penggunaan air bor yang telah dibangun di berbagai daerah di Pulau Nunukan, untuk mendekatkan dan memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat.

"Beberapa sumur bor yang telah dibangun di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan kini sudah bisa digunakan," kata Asmin Laura di Nunukan, Senin.

Ia meresmikan salah satu titik sumur bor yang dibangun pemerintah daerah di Kelurahan Nunukan Utara.Pembangunan sumur bor adalah solusi jangka pendek mengatakan kekurangan air bersih di daerahnya.

Ia mengakui, meskipun beberapa sumur bor telah dimanfaatkan oleh warga, namun masih ada titik-titik tertentu yang airnya belum layak konsumsi karena masih kotor.

Bupati juga mengajak Camat dan Lurah aktif mensosialisasikan pemanfaatan sumur bor yang sudah dibangun. Masalah air bersih adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah.

"Ini adalah masalah kompleks yang membutuhkan kerjasama dari semua pihak," ujarnya.

Dengan prediksi BMKG bahwa Nunukan akan memasuki musim hujan pada April 2024, Bupati Laura berharap krisis air bersih akan segera berakhir.

"Mari kita berdoa agar prediksi tersebut terwujud, sehingga embung kita terisi dan air bersih dapat mengalir ke seluruh masyarakat," tutupnya.

Sebelumnya juga, Perumda Air Minum Tirta Taka Kabupaten Nunukan bersama stakeholder lain mengambil langkah cepat menghadapi krisis air bersih yang melanda wilayah ini.

"Kami membagikan air bersih bekerja sama BPBD, PMI, dan PMK mengatakan tanggap darurat kekeringan di Nunukan," kata Kasubag Administrasi Perumda Air Minum Tirta Taka Andi Darwis.

Embung Bolong yang berfungsi sebagai wadah utama untuk menampung air baku, mengalami penyusutan dan kini mengering hingga mencapai empat meter.

Dampaknya, pasokan air baku hanya 20 liter per detik, turun di bawah normal sebesar 50 liter per detik. Dengan kondisi ini, Perumda Tirta Taka hanya mampu melayani 1.500 pelanggan dari total 7.000 pelanggan yang membutuhkan pasokan air.

Suplai air ke rumah warga pun harus dibagi secara zonasi, namun distribusi tidak merata dan sebagian warga masih kekurangan air.

Oleh karena itu, Perumda Tirta Taka mengambil tindakan tanggap darurat dengan membagikan air gratis dengan sistem zonasi menggunakan mobil tangki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.