Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Polri Kerahkan Pompa Air Bantu Tangani Banjir Jateng

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 00:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Polri Kerahkan Pompa Air Bantu Tangani Banjir Jateng Doc: ANTARA/Makna Zaezar
Ket. Arsip- Foto udara sejumlah kendaraan melintas di jalur pantura pascabanjir di kawasan Jalan Kaligawe Raya-Genuk, Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024).

Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa Polri mengerahkan pompa air untuk membantu menangani banjir yang terjadi di wilayah Jawa Tengah.

"Terkait kondisi Jawa Tengah yang kerap terjadi genangan air pada musim hujan saat ini, Polri menyediakan pompa air," kata Trunoyudo di Jakarta, Senin.

Jenderal polisi bintang satu itu menyebut pompa air yang disediakan tersebut memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat menguras air yang menggenangi ruas jalan tol.

Upaya ini dilakukan mengingat Jawa Tengah menjadi tujuan paling utama pada arus mudik dan arus balik pemudik Lebaran 2024, dimana diperkirakan mobilisasi masyarakat sebanyak 193,6 juta.

"Pompa air dengan kapasitas besar sehingga bisa menguras air yang berada di jalan tol," katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, Korlantas Polri menyiapkan formula untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang akan mengganggu laju kendaraan di jalur penyeberangan antar pulau.

Demikian jalur mudik-balik di wilayah Jawa Tengah, yang terdapat enam kabupaten terendam banjir. Polri juga berupaya mencarikan jalur alternatif untuk memperlancar aktivitas masyarakat.

"Nanti akan dicarikan jalur alternatif dan kami mengawal mencari jalur-jalur alternatif, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa," kata Trunoyudo.

Sementara itu, sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang masih terendam banjir, seperti Pekalongan, Grobogan, Jepara, Demak, disebabkan oleh tanggul daerah aliran sungai (DAS) Wulan yang melintasi daerah tersebut jebol.

Banjir di wilayah Demak menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat, karena melumpuhkan jalur pantai utara (Pantura) Jateng yang merupakan jalur mudik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.