Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Minta Pendataan Rumah Rusak Akibat Banjir Sumbar dipercepat

📅 Minggu, 17 Mar 2024, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Minta Pendataan Rumah Rusak Akibat Banjir Sumbar dipercepat Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Arsip foto- Warga berkumpul di depan rumah yang rusak berat akibat dihantam banjir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2024).

JAKARTA - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta proses pendataan secara akurat terhadap jumlah rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) agar dipercepat.

Permintaan itu menjadi salah satu poin utama dari hasil rapat koordinasi terkait penanggulangan dampak bencana antara pimpinan BNPB bersama jajaran pimpinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di Kota Padang, Sabtu (17/3).

"Penting untuk disampaikan bahwa butuh akselerasi terkait pendataan ini, supaya pembangunan rumah dan relokasi dapat segera dilakukan dan masyarakat terlalu lama menunggu," kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar tercatat setidaknya hingga saat ini ada 3.437 unit rumah warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor dalam beberapa bulan terakhir.

Dari jumlah tersebut diklasifikasikan ada sebanyak 1.051 rumah warga rusak berat, 725 rumah rusak sedang, dan 1.661 rumah rusak ringan yang tersebar ke beberapa daerah terdampak bencana di antaranya Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Pasaman Barat.

Namun, menurut dia, data jumlah kerusakan itu perlu diperinci kembali hingga sesuai ketentuan yang berlaku dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Hal demikian dilakukan supaya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilakukan tim BNPB dan Kementerian/Lembaga terkait tingkat pusat/provinsi itu bisa presisi dan tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Untuk diketahui, dalam R3P itu salah satunya menyangkut perihal pendanaan yang juga perlu menyesuaikan harga bahan baku dan jasa di daerah.

Pasalnya, BNPB memfokuskan rumah warga yang rusak akibat bencana akan dibuat menjadi lebih tahan dari bencana sehingga aman ditempati.

Produk rumah tahan bencana yang disiapkan itu misalnya seperti Rika (Rumah Instan Kayu), Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel), Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat).

Ia menilai, sebagai bentuk perhatian dan intervensi teknis dari pemerintah ????untuk menormalisasikan aktivitas sosial-ekonomi setelah diterpa bencana,
semua dampak kerusakan butuh dipertimbangkan.

Terlebih selain rumah warga, bencana banjir dan longsor itu juga merusak fasilitas umum seperti, 41 jembatan, 13 saluran irigasi, 64 ruas jalan, 54 rumah ibadah, 1,09 juta hektare lahan pertanian, dan membawa dampak terhadap 2.221 ekor hewan ternak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.