Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesawat Tempur Korea Selatan dan AS Latihan Menembak Rudal

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pesawat Tempur Korea Selatan dan AS Latihan Menembak Rudal Doc: HANDOUT / KEMENTERIAN PERTAHANAN KOREA SELATAN / A
Ket. Jet tempur F-35A Angkatan Udara Korea Selatan lepas landas dari pangkalan udara di Korea Selatan selama latihan udara sebagai bagian dari latihan militer gabungan tahunan Freedom Shield.

SEOUL - Angkatan Udara Korsel, pada Jumat (15/3), mengatakan pesawat tempur Korea Selatan dan Amerika Serikat menggelar latihan tembak gabungan untuk melawan ancaman rudal jelajah artileri jarak jauh Korea Utara di perairan lepas pantai barat pekan ini.

Latihan selama lima hari tersebut dimulai pada Senin, dengan mengerahkan sekitar 40 pesawat, termasuk jet F-35A, F-15K, dan F-4E Korsel, serta pesawat A-10, dan F-16 dari Angkatan Udara ke-7 AS yang ditempatkan di negara itu.

Seperti dikutip dari Antara, para pilot dilatih untuk melakukan serangan presisi terhadap simulasi rudal jelajah musuh yang terbang di ketinggian rendah dengan rudal udara-ke-udara dan melawan artileri jarak jauh, dengan menggunakan rudal udara-ke-permukaan serta bom berpemandu.

Menurut Angkatan Udara Korsel, latihan tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran baru atas ancaman rudal jelajah Korut setelah negara itu melakukan lima putaran peluncuran rudal jelajah tahun ini.

Korut mengeklaim telah melakukan uji coba baru penembakan rudal permukaan-ke-laut di lepas pantai timurnya pada 14 Februari.

Korut juga mengadakan latihan penembakan artileri, yang melibatkan beberapa unit yang mampu menyerang Seoul, pada 7 Maret, menurut laporan media pemerintahan tersebut, dalam merespons latihan Freedom Shield tahunan Korsel-AS yang berakhir pada Kamis (14/3).

Kekuatan Artileri

Korut memiliki salah satu kekuatan artileri terbesar di dunia, dengan banyak di antaranya ditempatkan dalam jangkauan wilayah Seoul, yang dihuni oleh sekitar separuh dari 51 juta penduduk Korsel.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok, Wang Yi, mengatakan pemerintah Tiongkok berharap agar Korea Utara dapat melanjutkan dialog dengan Korea Selatan guna mencegah konfrontasi lanjutan di Semenanjung Korea.

"Sangat penting untuk menghentikan aksi penangkalan serangan militer (deterrence) agar keluar dari konfrontasi. Caranya adalah dengan melanjutkan dialog dan negosiasi, mengatasi masalah keamanan semua pihak terutama pihak Korea Utara dan mendorong penyelesaian politik atas masalah Semenanjung Korea," kata Wang Yi.

Posisi Tiongkok, dalam masalah Semenanjung Korea, menurut Wang Yi, konsisten dan fokus untuk upaya mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan Semenanjung Korea.

"Saat ini, situasi di Semenanjung Korea menjadi semakin tegang, dan hal ini tidak kami inginkan. Dunia sudah cukup ricuh dan tidak boleh ada tambahan perang di Semenanjung Korea," tambah Wang Yi.

Wang Yi menyebut siapa pun yang ingin memanfaatkan isu Semenanjung Korea untuk mengembalikan konfrontasi seperti pada masa Perang Dingin harus memikul tanggung jawab sejarah dan siapa pun yang ingin merusak perdamaian dan stabilitas regional akan menanggung akibat yang sangat besar. "Akar permasalahan Semenanjung Korea yang berlarut-larut jelas yaitu sisa-sisa Perang Dingin masih ada, tidak pernah ada mekanisme perdamaian yang dibangun dan tidak ada solusi mendasar terhadap masalah keamanan itu," ungkap Wang Yi.

Menlu Wang mengatakan solusi untuk Semenanjung Korea sudah tersedia yaitu gagasan dual track progress dan prinsip phased and synchronized yang diusulkan Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.