Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Keren, Pemkab Siak Dukung Pengembangan Batik Motif Buah Durian

📅 Jumat, 15 Mar 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terobosan Keren, Pemkab Siak Dukung Pengembangan Batik Motif Buah Durian Doc: ANTARA/HO-Pemkab Siak
Ket. Bupati Siak Alfedri bersama pemilik Rumah Batik Simpeja, Ibu Ami memperlihatkan Batik motif durian.

Siak - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau, mendukung pengembangan Rumah Perajin Batik Simpeja Kampung Simpang Perak Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, yang memiliki ciri khas tersendiri, yakni motif Buah Durian.

Bupati Siak, Alfedri, dalam kunjungannya, Kamis, mengatakan akan meminta dinas terkait untuk mempromosikan Batik Simpeja milik Bu Ami itu. Terlebih lagi batik ini sudah mulai banyak dikenal masyarakat.

"Batik yang dibuat Ibu Ami ini memiliki motif tersendiri yaitu buah durian dan ada motif lainnya. Tentunya kita mendukung usaha mikro kecil menengah seperti ini agar ke depan bisa lebih maju lagi," kata Alfedri.

Dia juga meminta Camat Kerinci Kanan untuk membantu promosi dan juga bantuan modal usaha dengan modal tanggungjawab perusahaan dan lain-lain agar usaha batik itu berkembang dengan tambahan modal usaha.

"Bu Camat mohon bantu Ibu Ami, bagaimana mempromosikan usahanya dan coba koordinasi ke Dewan Kerajinan Daerah Nasional Kabupaten Siak untuk lebih mengembangkan usaha. Selain itu, harus ada inovasi motif batik dan kualitas bahan dasar batik yang harus kita perhatikan," ujar dia.

Pemilik rumah usaha Batik Simpeja, Ami bercerita usaha yang digelutinya ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Untuk penjualan dan promosi dilakukan melalui media sosial dan datang langsung ke pondok pesantren di sekitarKecamatan Kerinci Kanan.

"Alhamdulillah, batik yang saya buat, memiliki motif tersendiri yaitu motif buah durian di ujung kainnya. Kami letakkan motif perkebunan durian, untuk penjualan, setiap pekan terjual 5-7 helai kain dengan harga Rp270 ribu per helai," ucap Ami.

Untuk mempermudah pekerjaan membuat batik, Ibu Amimemiliki anggota tinggal tiga orang. Ini juga menjadi kendala selain keterbatasan modal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.