Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meluas, Dampak Tanah Bergerak Bekasi

📅 Kamis, 14 Mar 2024, 04:00 WIB | Oleh:
Meluas, Dampak Tanah Bergerak Bekasi Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Ruas Jalan Sukamukti-Sukabungah Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ambes sedalam 50 centimeter lebih akibat fenomena pergerakan tanah yang kembali terjadi sejak Senin (11/3) petang.

BEKASI - Pergerakan tanah di Bekasi terus meluas bahkan mengganggu akses utama Jalan Raya Sukamukti-Sukabungah karena ambles. Sebelumnya, terjadi tanah bergerak di Kampung Legok Cariu, RT 12 RW 06, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi.

Puluhan rumah dan masjid yang telah rusak, ambles semakin dalam akibat pergerakan tanah. Ini terjadi karena curah hujan yang tinggi. Selain itu, kemungkinan juga karena pembangunan akses jalan menuju Gerbang Tol Sukabungah untuk proyek Tol Jakarta-Cikampek Selatan oleh pengembang kawasan Deltamas.

"Kini jalan Kecamatan Cikarang Pusat menuju Kecamatan Bojongmangu tidak dapat dilalui," kata Plt Camat Bojongmangu, Sapto Noviantoro, di Cikarang, Bekasi, Rabu. Dia mengatakan telah melakukan upaya penanganan awal. Caranya, dengan menutup akses jalan tersebut. Ini dilakukan guna menghindari kecelakaan lalu lintas. Dia masih menunggu perbaikan oleh pengembang.

Sapto juga telah mengecek rumah-rumah warga yang terdampak pergerakan tanah. Curah hujan tinggi, Senin (11/3) menyebabkan pergerakan tanah terus terjadi hingga malam hari dan mengakibatkan beberapa rumah runtuh.

"Banyak rumah warga roboh, jalan ambles, sambungan pipa PDAM terputus. Juga satu truk terbawa ke dalam tanah yang ambles. Kini listrik berpotensi padam karena tiang sudah tertarik akibat tiang terbawa ke dalam tanah," katanya.

Sapto berharap pengembang segera memperbaiki rumah-rumah warga dan jalan yang terdampak pergeseran tanah tersebut. Penjabat Kepala Desa Sukamukti, Samid, membenarkan dampak bencana tanah bergerak semakin parah. Sejauh ini belum ada tindak lanjut maupun kepastian penanganan kejadian tersebut.

"Bantuan yang diberikan kepada warga terdampak hanya berupa logistik, makanan instan, dan tenda darurat dari Dinas Sosial dan BPBD," tutur Samid. Sedangkan warga berharap ada ganti rugi atas rumah dan lahan yang rusak akibat pergerakan tanah. Sebab kejadian ini dipicu proyek pembangunan akses Jalan Tol Jakarta-Cikampek Sisi Selatan.

Semakin Parah

Masyarakat minta penanganan cepat dilakukan karena keadaan semakin parah dan merambat ke bagian lain. Sedangkan pengembang baru menangani bagian bawah untuk pemancangan.

Warga terdampak, Arman (44), mengaku kerusakan di area permukiman semakin bertambah setiap hujan tinggi. Tanah mulai bergerak. "Tanah terus bergeser setiap hujan deras. Retakannya semakin membesar, tandas Arman.

Menurutnya, rumah yang awalnya ambles hanya di bagian pondasi, sekarang badannya yang tenggelam ke dalam tanah. Sejumlah fasilitas umum juga rusak. Ruas Jalan Sukamukti-Sukabungah yang semula ambles sedalam 10-20 sentimeter kini sudah mencapai setengah meter lebih. Pipa PDAM dan tiang listrik juga terkena dampak.

"Warga juga sudah mengungsi. Ada yang mengontrak. Ada pula yang ke rumah sanak saudara," katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, hanya memantau untuk mengetahui perkembangan terbaru pergerakan tanah. "Kami terus melakukan asesmen dan memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan logistik terus kami salurkan," tambah Dodi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.