Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Studi: Covid-19 Menurunkan Harapan Hidup Sebesar 1,6 Tahun

📅 Rabu, 13 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Hasil Studi: Covid-19 Menurunkan Harapan Hidup Sebesar 1,6 Tahun Doc: ISTIMEWA

PARIS - Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal kedokteran, The Lancet, pada Selasa (12/3), menyebutkan Covid-19 menyebabkan rata-rata harapan hidup masyarakat di seluruh dunia turun 1,6 tahun selama dua tahun pertama pandemi ini. Penurunan yang lebih dramatis dari perkiraan sebelumnya.

Menurut ratusan peneliti yang menyaring data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di AS, hal ini menandai pembalikan tajam dari peningkatan harapan hidup global selama beberapa dekade.

"Bagi orang dewasa di seluruh dunia, pandemi Covid-19 memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan peristiwa apa pun yang terjadi dalam setengah abad ini, termasuk konflik dan bencana alam," kata Austin Schumacher, peneliti IHME dan penulis utama studi.

"Selama tahun 2020 hingga 202, angka harapan hidup menurun di 84 persen dari 204 negara dan wilayah yang dianalisis, menunjukkan potensi dampak buruk dari virus baru," katanya dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari The Straits Times, para peneliti memperkirakan, tingkat kematian orang berusia di atas 15 tahun meningkat sebesar 22 persen pada pria dan 17 persen pada wanita selama periode tersebut.

Mexico City, Peru, dan Bolivia adalah beberapa tempat di mana angka harapan hidup mengalami penurunan paling parah. Namun, ada kabar baik dalam perkiraan terbaru studi Beban Penyakit Global yang dilakukan IHME.

Penurunan kematian anak di bawah usia lima tahun pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2019 menyebabkan penurunan setengah juta anak, hal ini melanjutkan penurunan angka kematian anak dalam jangka panjang.

Atasi Kesenjangan

Peneliti IHME, Hmwe Hmwe Kyu memuji "kemajuan luar biasa" ini, dan mengatakan dunia sekarang harus fokus pada pandemi berikutnya dan mengatasi kesenjangan besar dalam bidang kesehatan antar negara.

"Meskipun ada kemunduran selama pandemi ini, masyarakat masih bisa hidup jauh lebih lama dibandingkan sebelumnya," ujar dia.

Para peneliti mengatakan antara tahun 1950 dan 2021, rata-rata harapan hidup saat lahir telah meningkat sebesar 23 tahun, dari 49 menjadi 72 tahun.

Para peneliti memperkirakan Covid-19 bertanggung jawab atas 15,9 juta kematian berlebih selama tahun 2020 hingga 2021, baik secara langsung akibat virus tersebut maupun secara tidak langsung akibat gangguan terkait pandemi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.