Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Intensif Kurangi Risiko Utang Daerah

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Tiongkok Intensif Kurangi Risiko Utang Daerah Doc: ISTIMEWA

BEIJING - Seiring langkah Tiongkok mengambil pendekatan kebijakan fiskal yang proaktif, penerbitan obligasi khusus pemerintah daerah meningkat secara signifikan sekaligus menandai upaya penting negara tersebut menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan manajemen risiko keuangan.

Laporan kerja pemerintah, laporan anggaran, serta laporan rencana pembangunan ekonomi dan sosial untuk tahun ini yang diserahkan ke Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) untuk dibahas semuanya menjabarkan strategi-strategi komprehensif yang bertujuan mencegah dan menyelesaikan risiko utang daerah.

Seperti dikutip dari Antara, batas maksimum sebesar 3,9 triliun yuan akan ditetapkan untuk utang khusus pemerintah daerah yang baru atau meningkat sebesar 100 miliar yuan dibandingkan tahun lalu, dengan tujuan membantu pemerintah daerah mengatasi kelemahan di bidang-bidang utama menurut laporan anggaran pusat dan daerah.

Para ahli mengatakan pinjaman pemerintah yang tepat dapat mengompensasi kekurangan dana pembangunan dan merupakan praktik yang umum dilakukan di kancah internasional. "Skala yang wajar dan pengeluaran yang efektif terkait utang dapat memfasilitasi pembangunan ekonomi," kata Yang Zhiyong, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok.

Per akhir 2023, utang outstanding pemerintah daerah mencapai 40,74 triliun yuan dan masih di bawah batas anggaran yang disetujui NPC, termasuk utang umum senilai sekitar 15,87 triliun yuan dan utang khusus sebesar 24,87 triliun yuan.

Meredam Risiko Utang

Dalam sesi wawancara dengan Xinhua pada November, Gubernur People's Bank of Tiongkok (PBOC), Pan Gongsheng mengatakan tingkat utang pemerintah Tiongkok masih berada di kisaran menengah dan bawah secara internasional, dan negara itu memiliki banyak sumber daya dan langkah-langkah untuk meredam risiko utang.

Sebuah laporan yang dirilis pada Juni lalu oleh Komite Urusan Keuangan dan Ekonomi NPC menyoroti risiko utang yang signifikan di sejumlah kota dan wilayah tertentu, seraya menyebutkan perihal kemunculan utang implisit baru yang sedang terjadi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan tekanan terhadap operasional fiskal daerah akibat pandemi, penyesuaian pasar real estat, dan faktor-faktor lainnya, yang menyebabkan meningkatnya tekanan pembayaran kembali utang di beberapa daerah dan pentingnya mengatasi risiko utang implisit," ujar Huang Shizhong, seorang profesor di Institut Akuntansi Nasional Xiamen sekaligus anggota parlemen nasional.

Pada 2023, serangkaian sinyal kebijakan diumumkan, menekankan langkah-langkah seperti mengontrol ketat peningkatan utang implisit, menerapkan rencana penyelesaian utang yang komprehensif, menerapkan mekanisme jangka panjang untuk menangani risiko utang pemerintah daerah, dan mencapai keseimbangan antara mengatasi risiko utang pemerintah daerah dan pembangunan yang stabil.

Dalam sebuah konferensi pers pada Rabu (6/3), Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo'an, mengungkapkan upaya terkoordinasi telah menghasilkan pengurangan risiko utang daerah secara keseluruhan.

Pembayaran kembali utang pokok dan bunga utang pemerintah daerah yang sah dijamin secara efektif, skala utang implisit secara bertahap menurun, dan kemajuan telah dicapai dalam menyelesaikan tunggakan pemerintah pada perusahaan dan mengurangi jumlah platform pendanaan daerah.

Reformasi lebih lanjut, tambah Huang, diperlukan untuk menyeimbangkan kekuasaan dan sumber daya keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, membangun landasan fiskal yang kuat guna mengendalikan skala utang daerah dan mengurangi risiko utang daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.