Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Konektivitas Transportasi Jakarta, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Berkelanjutan

📅 Senin, 11 Mar 2024, 08:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Konektivitas Transportasi Jakarta, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Berkelanjutan Doc: Dok. PLN

Terapkan konektivitas transportasi, Jakarta siap beranjak jadi Kota Global. Tidak hanya mengusung konektivitas, tetapi moda transportasi Jakarta juga mulai beralih dari sebelumnya menggunakan bahan bakar fosil menjadi moda transportasi berbahan bakar listrik yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line, Mass Rapid Transit (MRT), Lintas Raya Terpadu (LRT), Kereta Cepat Whoosh, Transjakarta, taksi listrik, hingga ojek online listrik. Penggunaan kendaraan listrik di Jakarta yang semakin masif, menambah semangat PLN dalam menyediakan ekosistem moda transportasi yang lebih andal.

Dalam mendukung konektivitas moda transportasi di Jakarta dan sekitarnya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Lasiran memastikan kapasitas pasokan listrik di Jakarta dalam kondisi cukup dan andal. Hal tersebut diungkapkannya saat mengikuti Jakarta Transport Forum 2024, yang digelar pada Kamis (7/3) di Jakarta International Equestrian Park.

"Kami siap, menjadi penyedia listrik dan mendukung konektivitas moda transportasi di Jakarta. Kami telah menjalin kemitraan yang baik dengan MRT, LRT, commuter line, Transjakarta, dan penyedia moda transportasi listrik lainnya. Kenyamanan masyarakat Jakarta dalam bepergian menjadi prioritas kami," jelas Lasiran.

PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mendapatkan mandat dari pemerintah untuk melakukan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019. Sejak dikeluarkannya Perpres tersebut, PLN telah menyiapkan ekosistem kendaraan listrik yang mumpuni, mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Stasiun Pengisian Baterai Listrik Umum (SPBLU), hingga Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Hingga saat ini kami telah menyediakan 49 SPKLU dengan 80 charger, lebih dari 440 SPBKLU, dan lebih dari 3.200 SPLU. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan berbagai insentif bagi pengguna kendaraan listrik, mulai dari diskon pasang baru, diskon tambah daya, hingga diskon tarif charging pada malam hari," tambah Lasiran.

Peralihan moda transportasi yang ramah lingkungan juga sejalan dengan komitmen PLN untuk mewujudkan Indonesia bebas emisi karbon tahun 2060. Lasiran menjelaskan bahwa penggunaan 1 liter bensin dengan jarak tempuh 10 kilometer (km) dapat menghasilkan 2,4 kilogram (kg) emisi karbon, sedangkan dengan penggunaan 1,2 kilowatt hour (kWh) listrik dengan jarak tempuh 10 km hanya menghasilkan 1,2 kg emisi karbon.

"Jika kita menggunakan kendaraan listrik, kita bisa melakukan pengurangan emisi karbon hingga 50 persen untuk jarak tempuh yang sama. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1,2 kWh listrik juga lebih murah dibanding membeli 1 liter bensin, dimana kita bisa menghemat biaya operasional hingga 84 persen," tutup Lasiran.

Di era kendaraan listrik ini, PLN UID Jakafta Raya juga menjamin pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Jakarta.

"Dengan beban puncak sekitar 5.800 MW dan daya mampu pasok kita sekitar 10.300 MW, kami masih punya cadangan daya sekitar 44%," tutup Lasiran.

(IKN/TSR)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.