Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir-Longsor di Sumbar, Korban Meninggal Bertambah Jadi 21 Orang

📅 Minggu, 10 Mar 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banjir-Longsor di Sumbar, Korban Meninggal Bertambah Jadi 21 Orang Doc: ANTARA/HO-tangkapan layar video
Ket. Lokasi galodo dan tanah longsor di Langgai, Kabuten Pesisir Selatan. BPBD setempat menginformasikan tim gabungan tengah melakukan pencarian 10 korban.

JAKARTA - Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, bertabah menjadi 21 orang, kata pejabat BPBD pada Minggu (10/3). Enam orang masih belum ditemukan.

Hujan deras pada hari Kamis memicu bencana di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar, lebih dari 75.000 orang terpaksa mengungsi.

Hingga Minggu, 21 orang ditemukan tewas dan enam orang hilang, kata Fajar Sukma, pejabat BPBD Sumbar, kepada AFP melalui telepon, Minggu (10/3).

Sebuah desa yang terletak di lereng bukit di Kecamatan Sutera terkena dampak parah, sekitar 200 keluarga di wilayah tersebut terisolasi setelah terjadi tanah longsor yang diikuti banjir bandang, kata Fajar.

Seorang pejabat setempat sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 18 orang dan lima orang hilang.

Tim penyelamat sedang mencari korban hilang pada hari Minggu ketika pihak berwenang memfokuskan operasi pencarian di tiga daerah yang terkena dampak bencana, kata Abdul Malik, pejabat tim SAR.

Pencarian hari ini melibatkan sekitar 150 orang dari organisasi bencana di Sumbar, kata Abdul dalam keterangannya.

Doni Gusrizal, pejabat senior BPBD Pesisir Selatan, mengatakan, air sudah mulai surut, namun akses ke daerah terdampak longsor masih sulit karena medannya yang berbukit.

Di Kabupaten Padang Pariaman, hujan lebat awal pekan ini menyebabkan sungai meluap dan memicu banjir dan tanah longsor, menewaskan sedikitnya tiga orang, menurut pernyataan dari badan bencana setempat.

Indonesia rentan terhadap tanah longsor pada musim hujan, masalah ini diperparah dengan penggundulan hutan di beberapa tempat, dan hujan lebat yang berkepanjangan menyebabkan banjir di beberapa wilayah di negara ini.

Tanah longsor dan banjir menyapu puluhan rumah dan menghancurkan sebuah hotel di dekat Danau Toba di Sumatera Utara pada Desember lalu, menewaskan sedikitnya dua orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.