Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Wang Yi Berharap Hubungan Tiongkok dan Uni Eropa Berjalan Baik

📅 Sabtu, 09 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Menlu Wang Yi Berharap Hubungan Tiongkok dan Uni Eropa Berjalan Baik Doc: PEDRO PARDO / AFP
Ket. Menlu Tiongkok, Wang Yi saat konferensi pers Sesi Kedua Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Beijing, Kamis (7/3).

BEIJING - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada Kamis (7/3), menyatakan harapan bahwa hubungan Tiongkok-Uni Eropa (UE) akan berjalan lancar dan baik dengan adanya "lampu hijau" di setiap persimpangan.

Pelabelan Uni Eropa terhadap Tiongkok sebagai mitra, kompetitor, dan rival sistemis pada saat yang sama tidak konsisten dengan kenyataan dan tidak dapat dipertahankan. Wang Yi, dalam sebuah konferensi pers, menambahkan bahwa hal itu hanya menimbulkan gangguan dan menciptakan hambatan bagi hubungan Tiongkok-Uni Eropa.

"Ini seperti mengemudi ke arah sebuah persimpangan dan mendapati lampu merah, kuning, dan hijau menyala secara bersamaan. Bagaimana Anda bisa melanjutkan perjalanan?" tanya Wang.

Seperti dikutip dari Antara, Wang Yi mengatakan Tiongkok dan Uni Eropa tidak memiliki konflik kepentingan yang mendasar atau kontradiksi strategis geopolitik, dan kepentingan bersama yang dimiliki kedua belah pihak jauh lebih besar daripada perbedaannya.

"Kedua belah pihak harus didefinisikan dengan benar sebagai mitra. Kerja sama harus menjadi ciri khas dari hubungan ini, otonomi sebagai nilai utamanya, dan keuntungan bersama sebagai masa depannya," ujarnya.

Wang Yi mengatakan Uni Eropa yang kuat akan membawa keuntungan jangka panjang bagi Tiongkok, dan Tiongkok yang kuat juga akan membawa keuntungan yang fundamental bagi UE.

Penggerak Dialog

Menurut Wang, Tiongkok dan Uni Eropa harus bersama-sama bertindak sebagai praktisi multilateralisme, pendukung pembangunan terbuka, dan penggerak dialog budaya.

"Selama Tiongkok dan Uni Eropa terlibat dalam kerja sama yang saling menguntungkan, tidak akan ada upaya untuk menciptakan konfrontasi blok yang berhasil. Selama Tiongkok dan Eropa tetap berkomitmen pada keterbukaan dan keuntungan bersama, deglobalisasi tidak akan menang," kata Wang.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin menegaskan Tiongkok tidak dengan sengaja menargetkan surplus perdagangan dengan Uni Eropa yang dapat menimbulkan perang dagang.

"Pertama-tama, Tiongkok tidak pernah dengan sengaja mencari surplus perdagangan. Sebaliknya, kami secara konsisten meningkatkan keterbukaan dan mengundang semua negara untuk berbagi megapasar Tiongkok yang berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa," kata Wang Wenbin.

Hal tersebut disampaikan terkait dengan pernyataan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang mengatakan tidak akan membiarkan ketidakseimbangan perdagangan antara Uni Eropa dan Tiongkok dengan menyatakan EU memiliki cara untuk melindungi pasar kami, tetapi kami memilih untuk bernegosiasi.

"Situasi perdagangan Tiongkok-EU saat ini merupakan gabungan dari pengaruh lingkungan makroekonomi, perdagangan internasional dan struktur industri kedua belah pihak," ujar Wang Wenbin.

Penyebab lainnya, menurut Wang Wenbin, adalah keterikatan erat antara industri dan rantai pasokan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.