Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris dan AS Rencanakan Buka Jalur Maritim Kirim Bantuan ke Gaza

📅 Sabtu, 09 Mar 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inggris dan AS Rencanakan Buka Jalur Maritim Kirim Bantuan ke Gaza Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron.

London - Inggris akan bergabung dengan AS dan sejumlah mitra internasional untuk membuka koridor maritim guna "mengirimkan bantuan langsung ke Gaza.

"Bersama dengan AS, Inggris, dan beberapa mitra telah mengumumkan bahwa kami akan membuka koridor maritim untuk mengirimkan bantuan langsung ke Gaza," kata Menteri Luar Negeri Inggris David Cameronpada Jumat.

Dia juga menekankan bahwa 2 juta orang di wilayah kantong Palestina yang terkepung itu berada dalam "kebutuhan kemanusiaan yang memprihatinkan".

Pada Selasa (5/3), Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan bahwa AS sedang berupaya membuka koridor maritim untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Presiden AS Joe Biden kemudian mengatakan bahwa mereka akan mendirikan dermaga terapung di lepas pantai daerah kantong tersebut.

Italia juga mengatakan bahwa mereka akan bergabung dalam satu inisiatif untuk menciptakan koridor maritim kemanusiaan.

"Kami terus mendesak Israel untuk mengizinkan lebih banyak truk masuk ke Gaza sebagai cara tercepat untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," tambah Cameron.

Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps juga mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan sekutu untuk membuka koridor dalam upaya "mempercepat" pengiriman.

"Angkatan bersenjata kami di wilayah ini sudah mendukung pengiriman bantuan melalui darat dan udara dan kami akan terus melakukan semua yang kami bisa untuk memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan," tambahnya di platform X.

Israel telah melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Pembombardiran oleh Israel telah menewaskan lebih dari 30.800 orang dan melukai lebih dari 72.000 lainnya dengan kehancuran massal dan kekurangan bahan kebutuhan pokok.

Menurut laporan PBB, Perang Israel telah menyebabkan 85 persen populasi Gaza mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah rusak atau hancur total.

Israel dituduh melakukan genosida dalam sidang Mahkamah Internasional (ICJ). Keputusan sementara pada Januari lalu memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil langkah untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.