Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sakti Ingatkan Pariwisata Tak Abaikan Kelestarian Ekologi

📅 Jumat, 08 Mar 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sakti Ingatkan Pariwisata Tak Abaikan Kelestarian Ekologi Doc: kkp.go.id

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengingatkan aktivitas pariwisata maupun kegiatan ekonomi lain di kawasan pesisir tidak boleh mengabaikan kelestarian ekologi.

"Kalau ini diabaikan, semuanya hanya berpacu kepada ekonomi, hanya soal waktu ekosistem atau ekologi akan rusak dan kalau itu rusak selesai sudah," kata Sakti usai Rapat Kerja Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2024 di Yogyakarta, Rabu (6/3).

Menurut Menteri KKP kegiatan pariwisata perlu bergeser apabila berpotensi mengganggu ekosistem di kawasan pesisir atau laut. Dia mencontohkan habitat tukik atau penyu di sebuah kawasan konservasi tidak dapat dipindahkan ke lokasi lain dengan alasan apapun, termasuk untuk kegiatan pariwisata. Menurut Sakti, pemindahan itu hanya membuat penyu sulit bertahan sehingga penyu akan kembali ke lokasi semula.

"Di Teluk Cendrawasih (Papua Barat) misalnya, itu penyu besarnya, memijahnya di situ. Kalau misalnya itu dipindahkan ke Biak enggak mau dia, pasti akan kembali lagi," kata dia.

Sakti lalu menuturkan konsep ekonomi biru merupakan solusi jalan tengah untuk menyeimbangkan antara kepentingan ekologi dan ekonomi di Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Keseimbangan ekologi dan ekonomi itu yang menjadi penting untuk kita jalankan karena kita tinggal di wilayah kepulauan," tutur dia.

Program ekonomi biru KKP terdiri dari lima cakupan, meliputi perluasan kawasan konservasi laut; penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota; pengembangan perikanan budidaya laut; pesisir dan darat yang berkelanjutan; pengawasan dan pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; serta pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan.

Dalam program itu, pemanfaatan sumber daya alam perikanan tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, namun juga mengedepankan ekologi.

Sakti meyakini penerapan ekonomi biru secara menyeluruh akan memberikan dampak ekonomi secara berlipat dan berkelanjutan bagi bangsa.

"Kalau lautnya bersih, ikannya bebas dari kadar merkuri, bebas dari kadar mikroplastik, dan itu bisa terjamin, dan itu bisa terukur. Kalau itu bisa terjadi, value-nya itu akan berlipat-lipat dari suplai yang ada," kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.