Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, DPR dan Parlemen Kanada Bahas Kesetaraan Gender dan Energi Terbarukan

📅 Rabu, 06 Mar 2024, 01:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, DPR dan Parlemen Kanada Bahas Kesetaraan Gender dan Energi Terbarukan Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Arsip - Ketua GKSB DPR RI Sari Yuliati.

Jakarta - Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI dan Parlemen Kanada menggelar pertemuan dalam membahas isu kesetaraan gender dan energi terbarukan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.

"Kerja sama Indonesia dengan Kanada, antara lain di bidang ekonomi, energi, kesetaraan gender, dan pertukaran budaya," kata Ketua GKSB DPR RI Sari Yuliati saat menerima kunjungan Duta Besar Kanada Jess Dutton.

Dia menjelaskan pentingnya peningkatan keterampilan bagi para wanita, dan hal itu sejalan dengan program konkret dari Pemerintah Kanada.

"Untuk di bidang kesetaraan gender, Pemerintah Kanada mempunyai program konkret untuk meningkatkan skil buat wanita, khususnya yang berada dalam taraf ekonomi menengah ke bawah," jelasnya.

Dalam forum bilateral itu, Sari didampingi oleh Anggota GKSB DPR RI - Parlemen Kanada Darizal Basir. Sementara, Kedutaan Besar Kanada di Jakarta turut hadir First Secretary, Political and Public Affairs, Stuart Shaw dan Second Secretary, Development Cooperation Foreign Policy, Thida Souksanh.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada dimulai sejak ditandatanganinya persetujuan kedua negara untuk masing-masing membuka perwakilan diplomatik pada tanggal 9 Oktober 1952.

Secara historis hubungan kedua negara sudah dimulai sejak tahun 1948, yaitu di tengah usaha Indonesia mencari dukungan politik serta pengakuan internasional di forum PBB atas kemerdekaannya yang diproklamasikan 17 Agustus 1945.

Jenderal McNaughton dari Kanada sebagai Presiden DK-PBB pada saat itu, di tengah keadaan yang tidak menentu pada pascaperang dunia II berperan dalam menentukan keberhasilan diadopsinya suatu resolusi, yang pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Dukungan Kanada terus berlanjut melalui programColombo Plantahun 1950-an.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.