Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan Masyarakat, Pelaku UMKM Harapkan Pendampingan dan Edukasi Ekspor

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 01:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan Masyarakat, Pelaku UMKM Harapkan Pendampingan dan Edukasi Ekspor Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Pengunjung mengunjungi salah satu stan dalam pameran kerajinan tangan Inacraft 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Jakarta - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan usahanya, salah satunya pengetahuan terkait ekspor.

Salah satu pelaku UMKM pada sektor kerajinan tangan, Nur Salim, mengatakan bahwa banyak pengusaha kecil yang tidak tahu cara mengekspor produk mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan dan edukasi yang lebih intensif terkait ekspor agar para pelaku UMKM dapat memasarkan produknya ke luar negeri.

"Teman-teman banyak yang tidak tahu. Teman-teman UMKM yang kecil butuh juga (edukasi), pasti kesulitan terkait perizinan dan lain-lain," ujar Nur Salim saat ditemui ANTARA di pameran Inacraft 2024 di Balai Sidang Jakarta (JCC), Rabu.

Edukasi bagi para pelaku UMKM juga dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama terkait dengan kualitas produk dan standar internasional yang dibutuhkan untuk ekspor.

"Edukasi bagi para pelaku UMKM itu penting. Banyak dari kami tidak tahu, terutama kualitas produk ekspor itu harus seperti apa, karena untuk ekspor kan mereka membutuhkan kualitas," kata dia menambahkan.

Ia lebih lanjut mengatakan akses kredit yang mudah juga menjadi kebutuhan penting bagi UMKM. Bunga kredit yang rendah dinilai sangat penting bagi UMKM yang masih merintis dan ingin mengembangkan usahanya.

Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung UMKM apalagi kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 61 persen, dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

Namun, menurut data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, kontribusi ekspor UMKM di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 16 persen pada 2022 dari total ekspor non migas.

Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM bisa menembus 17 persen pada 2024.

Menurut Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, salah satu strategi pemerintah untuk mengembangkan UMKM adalah dengan peningkatan akses pembiayaan.

Progres penyaluran kredit UMKM dari total kredit saat ini masih terbatas sekitar 21 persen, sehingga pemerintah mendorong peningkatan akses pembiayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang menargetkan porsi kredit mencapai 30 persen pada 2024.

Pemerintah menargetkan penyaluran KUR pada tahun ini mencapai Rp300 triliun.

Untuk mendukung dan memfasilitasi UMKM, pemerintah juga telah memberikan afirmasi kebijakan melalui UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Dalam UU Cipta Kerja, terdapat kebijakan untuk mendukung dan memfasilitasi ekspor produk UMKM, melalui pemberian Insentif Kepabeanan bagi UMK berorientasi ekspor agar memberikan kemudahan impor bahan baku dan bahan penolong industri, serta memfasilitasi ekspornya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.