Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budaya Dialog Berpengaruh Ciptakan Pemilu Damai

📅 Kamis, 29 Feb 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budaya Dialog Berpengaruh Ciptakan Pemilu Damai Doc: PGI
Ket. Menko Polhukam, Hadi Tjahajanto (kiri), dan Ketua PGI, Gomar Gultom (kanan), di Kantor PGI, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

JAKARTA - Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom menilai ketentraman dan kedamaian di masa pemilihan umum (pemilu) dapat tercipta karena adanya budaya dialog yang kondusif.

"Ada percakapan yang lebih rutin antara elemen-elemen bangsa. Karena banyak masalah yang bisa kita hadapi, bisa diselesaikan lewat dialog atau percakapan bersama," kata dia di kantor PGI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Menurut Gomar, percakapan yang intens antara segala pihak dapat menciptakan solusi yang baik untuk mengatasi sebuah konflik.

Percakapan yang intens juga dapat menimbulkan rasa toleransi antara pihak yang berbeda pandangan. "Tentu ada perbedaan-perbedaan, tetapi semua bisa kita selesaikan dengan tekad dan semangat untuk persatuan dan kesatuan serta keamanan kita bersama," kata dia.

Dia pun mencontohkan pertemuan pihaknya dengan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Hadi Tjahajanto hari ini yang dianggap sebagai bentuk dialog yang baik.

Dia berharap upaya mengedepankan dialog dapat diterapkan seluruh pihak demi terciptanya situasi aman dan tentram selama masa pemilu.

Pada saat yang sama, Hadi mengatakan PGI berpengaruh dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan masyarakat selama masa pemilu. "PGI sangat berperan dalam menjaga keharmonisan masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan, PGI memiliki cakupan yang besar ke seluruh masyarakat lantaran membawahi 97 gereja yang ada di Indonesia.

Kondisi itu memudahkan PGI dalam menyebarkan pesan perdamaian dalam upaya memperkecil perpecahan di tengah masyarakat selama pemilu.

Ia pun mencontohkan beberapa dampak dari peran PGI dalam menyebarkan pesan perdamaian, alah satunya yakni pemilu legislatif dan presiden yang dianggap berjalan aman dan kondusif. "Pelaksanaan Pileg Pilpres saja sudah kita rasakan kondisi aman dan damai. Di situ peran PGI sudah berjalan," kata dia.

Ia berharap PGI bisa terus berperan meredakan konflik di tengah masyarakat sampai presiden dan wakil Indonesia terpilih.

Ikuti Mekanisme

Dalam kesempatan sama, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto meminta seluruh pihak yang ingin melaporkan pelanggaran atau gugatan pemilihan umum untuk mengikuti mekanisme di Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Apabila ada dugaan kecurangan, tentunya akan dilakukan sesuai dengan mekanisme Bawaslu dan MK. Ikuti mekanisme itu," kata Hadi di kantor Persatuan Gereja Indonesia (PGI) di Salemba, Jakarta Pusat, Rabu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.