Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sensus burung identifikasi 10 jenis burung air di kawasan Ancol

📅 Rabu, 28 Feb 2024, 16:35 WIB | Oleh:
Sensus burung identifikasi 10 jenis burung air di kawasan Ancol Doc: ANTARA/HO-Belantara Foundation
Ket. Peserta mengikuti kegiatan sensus burung air di Ancol, Jakarta Utara.

Jakarta -- Survei burung air yang dilakukan di Ancol, Jakarta Utara (Jakut), berhasil mengidentifikasi 10 jenis burung air dengan salah satunya masuk dalam kategori hampir terancam punah di tengah ancaman serius akibat pencemaran air dan urbanisasi.

Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, Koordinator Jakarta Birdwatcher's Society Ady Kristanto mengatakan keberadaan burung, khususnya burung air, di Jakarta menghadapi ancaman serius, termasuk kehilangan habitat akibat urbanisasi, pencemaran air di Teluk Jakarta, perburuan, dan tekanan aktivitas manusia.

Upaya konservasi, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk melindungi burung air dan habitat mereka.

"Memang disadari kesadaran masyarakat akan pentingnya burung di alam masih sangat rendah, sehingga banyak masyarakat yang acuh terhadap peran dari burung air bahkan memburunya," ujar Ady.Dalam kegiatan memperingati Asian Waterbird Census (AWC) itu, sensus burung yang dilakukan di empat kawasan Ancol pada 25 Februari 2024 berhasil teridentifikasi 40 jenis burung dengan total 337 individu. Dari 40 jenis burung tersebut, terdapat 10 jenis burung air dengan total 93 individu.

Sepuluh burung air yang berhasil teridentifikasi yaitu Blekok Sawah (Ardeola speciosa), Kuntul Kecil (Egretta garzetta),Kokokan Laut(Butorides striatus), Pecuk Ular Asia (Anhinga melanogaster), Kuntul Perak (Ardea intermedia),Kowak Malam Abu (Nycticorax nycticorax), Trinil Pantai (Actitis hypoleucos), Cangak Abu (Ardea cinerea), Pecuk Padi Hitam (Phalacrocorax sulcirostris), dan Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus).

Dari 10 jenis burung air tersebut, terdapat satu jenis burung migran yaitu Trinil Pantai. Sementara berdasarkan status keterancaman, terdapat satu jenis burung air yang masuk ke dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) yaitu burung Pecuk Ular Asia berstatus hampir terancam punah.

Terkait fakta itu, kata dia, upaya konservasi menjadi sangat penting dilakukan, terutama untuk jenis-jenis burung air yang menjadi bagian penting dari ekosistem.Direktur Eksekutif Belantara Foundation DrDolly Priatna mengemukakan pelibatan masyarakat, khususnya generasi muda, merupakan salah-satu kunci keberhasilan pelestarian satwa liar, termasuk burung air beserta habitatnya.

"Anak zamannowsangat aktif dalam memviralkan sesuatu di media sosial. Kekuatan ini perlu diarahkan untuk banyak hal yang positif, termasuk dalam memviralkan pentingnya burung air dilestarikan. Banyak cara untuk terlibat dalam pelestarian burung air beserta habitatnya, salah satunya yaitu berpartisipasi aktif dalam melakukan sensus burung air yang ada sekitar tempat tinggal mereka," ujar Dolly.

Hasil sensus burung air 2024 ini akan dilaporkan kepada Wetlands International Indonesia sebagai koordinator AWC Indonesia dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hasil sensus burung air ini dapat menjadi pengayaan data burung air Pemprov DKI Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

20 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Ada 44 Cabor! Porprov Kalta...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.