Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Surabaya Disarankan Membuat Peta Banjir Digital

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 02:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Surabaya Disarankan Membuat Peta Banjir Digital Doc: ANTARA/HO-DPRD Surabaya
Ket. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti.

Surabaya - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti menyarankan pemerintah kota (pemkot) setempat agar membuat peta banjir berbasis digital sebagai solusi mengatasi persoalan.

"Banjir itu sebenarnya bisa dipantau dengan peta digital, bisa dilihat kondisinya seperti apa," kata Reni di Surabaya, Senin (26/2).

Reni menyebut perangkat itu memasukkan informasi terkait lama genangan, waktu genangan, dan luas genangan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

"Sebelum hujan, indikatornya bagaimana? Saat hujan bagaimana? Jadi, petugas bisastand bydengan melihat dasbor," ucapnya.

Pemkot memuat informasi bersifatreal timeatau dalam artian memberikan gambaran kondisi terkini setiap lokasi di Kota Surabaya, termasuk titik dan jumlah proyek penanganan banjir yang telah dilaksanakan maupun sedang dibangun oleh pemkot setempat.

"Saya kira bagus kalau Pak Wali menyampaikan peta digital di Surabaya. Mana yang sudah tuntas? Mana yang belum?" ujarnya.

Menurut dia, peta banjir berbasis digital bisa sebagai sarana edukasi bagi masyarakat sehingga meminimalisasi anggapan minimnya upaya Pemkot Surabaya dalam langkah penanganan kejadian.

"Pemkot harus informatif sehingga masyarakat bisa mengetahui persoalan yang dihadapi seperti apa. Jangan sampai masyarakat beranggapan penanganannya kok tidak selesai-selesai," kata Reni.

Ia menyadari penyebab banjir di Surabaya karena adanya air kiriman dari daerah lain.Oleh karena itu, selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk membantu penanganan banjir, khususnya di beberapa wilayah di Surabaya Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik.

"Itu yang menjadi PR. Kalau banjir itu hubungannya dengan lintas daerah, harus ada keterlibatan bantuan dari provinsi," tuturnya.

Jika banjir tak tertangani dengan bantuan pihak-pihak terkait, dia khawatir bisa mengancam keselamatan masyarakat.

"Kalau jalan rusak maupun ketika kondisi jalan tertutup air, bisa memunculkan potensi kecelakaan. Selain itu, aktivitas masyarakat juga terganggu," ucap Reni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.