Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nasihatnya Digunakan Belanda, Inggris, dan Prancis

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 06:26 WIB | Oleh:
Nasihatnya  Digunakan Belanda, Inggris, dan Prancis Doc: Wikimedia
Ket. Herman Willem Daendels

Arsitek kolonialisme di Indonesia Herman Warner Muntinghe adalah orang Belanda yang berhasil menduduki jabatan penting, baik ketika Hindia Belanda dikuasai oleh Republik Batavia, Prancis, Inggris maupun pemerintah Belanda pada masa komisaris jenderal.

Pada masa kanak-kanak, Muntinghe sempat belajar di Inggris, namun ia kemudian kembali ke Groningen tahun 1787 untuk melanjutkan pendidikan dari fakultas hukum. Setelah lulus ia bekerja pada Dewan Koloni Asia sebagai pengacara fiskal.

Kemudian, ia dikirim ke Batavia dan tiba di wilayah koloni ini tanggal 3 November 1806. Setibanya di Batavia, ia diangkat menjadi Sekretaris Hooge Regering. Tahun 1808, ia menjadi sekretaris bagi Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di Batavia, dan pada tahun 1809, ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Hindia Raad van Indie.

Berkat keahliannya di bidang hukum, Muntinghe diangkat oleh Daendels sebagai Ketua Mahkamah Agung dan anggota luar biasa Raad van Indie. Setelah Pulau Jawa jatuh ke tangan Inggris 18 September 1811, ia diangkat oleh Gubernur Jenderal East Indie Company EIC, Lord Minto, menjadi anggota Dewan Hindia melalui keputusannya tanggal 18 Oktober 1811, di samping tetap merangkap sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Pada 21 Oktober 1811, Muntinghe mengambil sumpah sebagai anggota Dewan Hindia. Beberapa kali ia mendampingi Wakil Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles ketika melakukan perjalanan ke daerah. Berulang kali menerima penghargaan dari Raffles, yang dimuat dalam koranJava Gazettetanggal 23 April 1814 maupun dalam laporannya bertanggal 24 April 1813.

Berdasarkan Kongres Wina (1814-1815), Inggris harus segera meninggalkan wilayah Hindia Timur, Muntinghe bersama Elout dan Van der Capellen diangkat menjadi Komisaris Jenderal, tetapi pada kesempatan terakhir, ia digantikan oleh AA Buyskes. Sementara itu, ia tetap menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung.

Pada 16 Agustus 1816, ia dikirim ke Palembang untuk mengatur penyerahan wilayah itu dari Inggris ke Belanda. Berhubung terjadi kericuhan pada kesempatan itu, ia kemudian dipindahkan ke Bangka untuk membantu penyerahan wilayah Bangka ke pemerintah Belanda. Tahun 1819, ia kembali ke Belanda. Di sana ia ikut serta mendirikan Nederlandsche Handle Matscapai (NHM).

Ia kembali ke Jawa pada tanggal 25 Mei 1825, dan wafat di Pekalongan pada waktu tersebut. Berkat profesionalismenya, Muntinghe tetap diperlukan tenaganya di Hindia Timur dari masa Republik Batavia, pemerintahan Prancis, pemerintahan Inggris hingga masa pemerintahan Komisaris Jenderal. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.