Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumber Mrutu, Sensasi Segar Mata Air Alami Pegunungan

📅 Sabtu, 24 Feb 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Sumber Mrutu, Sensasi Segar Mata Air Alami Pegunungan Doc: Istimewa

Lumajang yang berada di tengah antara tiga gunung yaitu Gunung Bromo, Gunung Semeru dan Gunung Lemongan. Ketiga gunung itu bukan hanya menciptakan pemandangan indah, namun juga menciptakan lahan pertanian subur serta kaya akan sumber air dengan mata air yang jernih.

Salah satu sumber air pegunungan di kabupaten dengan julukan "Kota Pisang" karena buminya menumbuhkan pisang yang enak adalah Sumber Mrutu. Wisata pemandian mata air alami lokasinya berada di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang. Jaraknya dengan pusat kota kabupaten hanya 10,4 kilometer.

Keistimewaan dari Sumber Mrutu adalah memiliki sumber mata air yang alami dan airnya juga sangat jernih. Air ini dimitoskan atau dipercaya dapat menyembuhkan sejumlah penyakit. Tidak heran banyak masyarakat berkunjung selain untuk berobat juga menikmati kesegaran airnya yang sangat jernih dan sejuk.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Sumber Mrutu dulunya pernah menjadi pemandian para dewa-dewi. Hal itu terjadi dari pada masa Kerajaan Singasari. Kerajaan ini bercorak Hindu-Buddha yang yang hidup antara 1222-1292 yang didirikan oleh Sri Ranggah Rajasa atau biasa disebut Ken Arok.

Selama berada di Sumber Mrutu, wisatawan umumnya ingin merasakan sensasi menceburkan diri ke dalam airnya yang segar. Menyelam melihat indahnya pesona bawah air yang jernih berwarna hijau kebiruan merupakan keindahan lain yang ditawarkan.

Jarak pandang yang jauh membuat pengunjung dapat melihat bebatuan dan ikan-ikan kecil selama menyelam. Dinaungi oleh pepohonan yang rindang, mata air Sumber Mrutu membuat pengunjung betah berlama-lama tanpa merasa kepanasan.

Meski menawarkan keindahan dan sensasi mandi di mata air yang jernih, namun tempat ini sebenarnya belum banyak dikenal. Karena belum dikelola dengan baik, tempat ini bahkan sering digunakan untuk mencuci baju oleh warga sekitar.

Bahkan sebelumnya pada 2020 sebelum dikenal luas melalui media sosial tempat ini sering digunakan untuk memandikan kerbau. Setelah viral, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, yang mendorong dibentuknya BUMdes (badan usaha milik desa) dan menjadikan wisata Sumber Mrutu sebagai objek wisata.

Selain mata air, Sumber Mrutu juga menawarkan pilihan rekreasi lain untuk membuat wisatawan lebih lama berada di tempat ini. BUMdes Pandansari berencana menyediakan flying fox, camping ground, jasa foto bawah air, karena kegiatan untuk pramuka, dan termasuk gazebo kuliner semua.

Untuk masuk Sumber Mrutu sejauh ini belum dikenakan tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar karcis parkir kendaraan sebesar 2.000 rupiah untuk sepeda motor dan mobil 5.000 rupiah untuk kendaraan roda empat. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.