Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banten Didorong Transaksi Nontunai

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banten Didorong Transaksi Nontunai Doc: Antara
Ket. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M Moesa di Serang, Banten, Rabu (21/2).

TANGERANG - Pemerintah Provinsi Banten dan kota-kota serta kabupaten-kabupaten di Banten diminta untuk menggunakan transaksi nontunai. Permintaan ini datang dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Banten.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa di Serang, Rabu, mengatakan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah sudah dicanangkan beberapa tahun lalu. Namun, implementasinya belum berjalan maksimal. Sebab sejumlah faktor seperti infrastruktur telekomunikasi dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) masih terhalang.

"Sebagian pemda sudah ada yang menerapkan transaksi nontunai, Namun, pengunaannya belum optimal karena beberapa faktor," katanya.

Menurut Ameriza, transformasi sistem pembayaran konvensional ke elektronik berdampak positif terhadap keuangan pemda yang inklusif.

"Transaksi nontunai pajak sebenarnya paling berpotensi luas adanya retribusi tinggi karena penerimaannya sangat banyak. Sebut saja retribusi parkir, pasar, dan pariwisata. Ini seharusnya sudah menjadi titik masuk pengembangan digitalisasi daerah," katanya.

Ameriza menjelaskan, penerapan sistem transaksi nontunai sudah banyak diterapkan di daerah Tangerang Raya. Sebab pemda turut mendorong dan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital.

"Di Tangerang Raya masyarakatnya sudah digital. Sebab pemda sudah menerapkan transaksi nontunai. Makanya untuk daerah lain, pemda harus berada di depan mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital," tandasnya.

Lebih jauh Ameriza menerangkan, Gerakan Nasional Nontunai (GNN) bertujuan menciptakan sistem pembayaran aman, efisien dan lancar.

Secara nasional, GNN meningkat signifikan, sehingga BI menerbitkan Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025. "Selain BI, pemda juga harus intensif menyosialisasikan pembayaran nontunai seluruh pelaku usaha dan masyarakat," harapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.