Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebelas Pendaki Ilegal Gunung Gede Diberi Sanksi

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebelas Pendaki Ilegal Gunung Gede Diberi Sanksi Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

BOGOR - Sebanyak 11 pendaki ilegal yang masih naik gunung selama penutupan hingga Maret dikenai sanksi. Sanksi berupa nama mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam pendakian di seluruh taman nasional.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sapto Aji, Selasa, mengatakan langsung menelusuri setiap jalur pendakian setelah beberapa pendaki terlihat melintas di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede. Mereka terekam CCTV.

"Mereka ditemukan saat hendak turun di jalur pendakian Gunung Putri," tutur SApto. Mereka terdiri dari 3 kelompok. Mereka mendaki secara ilegal karena sejak akhir tahun seluruh jalur pendakian ke Gunung Gede Pangrango ditutup untuk pemulihan ekosistem.

Sapto menjelaskan, tiga kelompok pendaki tersebut berasal dari Tanggerang, Kabupaten Bogor, dan Jakarta. Mereka langsung digiring ke posko Gunung Putri untuk didata. Mereka berhasil lolos naik atas bantuan oknum basecamp.

Maka, Sapto juga mengenakan sanksi tegas terhadap oknum yang sempat memandu ketiga rombongan melalui jalur tidak resmi alias jalur tikus untuk sampai ke puncak gunung. Mereka mendaki Minggu (18/2) dan turun Senin (19/2).

"Setelah dimintai keterangan mereka mengetahui pendakian ditutup, tapi nekat naik. Maka, mereka dikenakan sanksi tegas. Mereka dilarang mendaki seluruh gunung yang menjadi bagian Taman Nasional di Indonesia selama 5 tahun," katanya.

Sedangkan untuk oknum basecamp dikenakan sanksi tidak dapat menyediakan jasa wisata pendakian sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Kita akan kenakan sanksi yang sama bagi oknum yang terlibat dalam pendakian ilegal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.