Kebijakan Hilirisasi Dorong Realisasi Investasi di Indonesia
Rabu, 21 Feb 2024, 22:13 WIBJAKARTA - Kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah mampu mendorong realisasi investasi di Tanah Air. Hal itu terlihat dari kontribusi kebijakan tersebut terhadap investasi langsung (direct investment) menyentuh angka 30 persen pada tahun 2023.
"Dari bahan baku menjadi bahan produk setengah jadi, ini ada peningkatan dari sisi investasi," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (21/2).
Seperti dikutip dari Antara, Faisal mengatakan sebelum diterapkannya kebijakan tersebut, investasi yang masuk ke Indonesia didominasi oleh sektor jasa, namun setelah program hilirisasi berjalan, pembangunan infrastruktur untuk menopang sektor pengolahan (manufaktur) terus berkembang secara signifikan.
Seperti halnya investasi dan pembangunan infrastruktur di industri pengolahan nikel yang menurutnya mengalami peningkatan yang cukup tinggi sejak kebijakan ini bergulir. "Khususnya di nikel, cukup lancar, cukup berkembang," katanya.
Lebih lanjut Faisal mengatakan, selain mendongkrak realisasi investasi, kebijakan hilirisasi juga dinilai mampu menambah devisa negara melalui peningkatan keuntungan ekspor.
Dari hasil catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, industri pengolahan memberikan keuntungan ekspor sebesar 186,98 miliar dollar AS atau menyumbang 0,95 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,05 persen secara kumulatif.
"Harapannya adalah investasi meningkat lebih jauh lagi di manufaktur dan ekspor demikian," kata Faisal.
Di sisi lain CEO ASEAN International Advocacy and Consultancy (SAIAC), Shanti Shamdasani menyampaikan program hilirisasi sudah tepat diterapkan karena selain bisa meningkatkan investasi yang masuk, juga dapat memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil.
Dia menyatakan bagi siapa pun yang terpilih di Pilpres 2024, program hilirisasi harus tetap dijalankan guna meningkatkan perekonomian Indonesia.
"Hilirisasi adalah sebuah aspek dari perkembangan ekonomi Indonesia yang harus diperhatikan oleh siapa pun yang duduk di pemerintahan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Membran Penyaring Air dari Kulit Manggis
-
Siap-Siap Payung! BMKG Peringatkan Hujan Bakal Guyur Sejumlah Kota Hari Ini!
-
Kemenbud: Museum Musik Indonesia akan Hadir di Bandung
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Akhir Pekan, "Jakarta Batavia" Layak untuk Dijelahi dengan Bus Atap Terbuka
-
S&P Kasih Rating BBB- ke INALUM, Smelter 2 & SGAR 2 Siap Dibangun Kapasitas 3x Lipat!
-
Ini Alasannya Kenapa "Pedas Level Up" Raih Dana Produksi Film dari Pemkot Semarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.