Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandeng Baznas, PII Bangun Rumah Kemas di Maros

📅 Selasa, 20 Feb 2024, 14:55 WIB | Oleh:
Gandeng Baznas, PII Bangun Rumah Kemas di Maros Doc: Istimewa.
Ket. Peresmian program pembangunan dan pengembangan Rumah Kemas sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Baznas di Maros, Sulawesi Selatan.

JAKARTA - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan program pembangunan dan pengembangan Rumah Kemas sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Baznas di Maros, Sulawesi Selatan.

Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo dalam sambutannya yang diwakili oleh Senior Manager Corporate Secretary & Communication PT PII, Fariza Astriny menyampaikan bahwa kolaborasi PT PII dengan Baznas melalui program pembangunan dan pengembangan Rumah Kemas ini merupakan komitmen Perseroan dalam mendukung kemajuan UMKM sebagai salah satu pilar program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Perseroan.

"Kami berharap program ini dapat membantu UMKM binaan Baznas khususnya di Maros Sulawesi Selatan ini untuk 'naik kelas, melalui solusi pengemasan yang lebih baik sehingga daya saing produk semakin meningkat dan dapat meningkatkan pendapatan bagi para UMKM binaan," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2).

Ia juga menambahkan bahwa program ini dilakukan di Maros dalam rangka mendukung UMKM di kawasan proyek Kereta Api Makassar Pare-pare yang juga berada di area tersebut, salah satu proyek yang didukung PT PII melalui penjaminan proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Program yang bertujuan untuk menjadi pusat informasi dan pelayanan kemasan bagi UMKM binaan serta membantu mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan terkait kemasan produk ini mulai dipersiapkan sejak bulan Desember 2023 lalu dan saat ini telah selesai dibangun sehingga sudah siap untuk dijalankan.

"Program TJSL yang kami lakukan tentunya dapat memberikan dampak positif baik secara sosial dan ekonomi di area proyek yang kami dukung. Dengan UMKM yang naik kelas di Maros ini maka kami harapkan dapat meningkatkan perekonomian di daerah Maros seiring dengan semakin meningkatnya konektivitas dari dan ke Maros melalui Kereta Api Makassar - Pare pare," tambah Sutopo.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Ahcmad MA. mengatakan, Rumah kemas pada saat ini merupakan program rumah kemas kedua yang didirikan Baznas untuk membantu mustahik binaan Baznas RI.

"Lokasi yang dipilih di Maros didasarkan pada potensi yang dimiliki daerah tersebut dalam pengembangan UMKM. Dengan adanya Rumah Kemas, diharapkan UMKM di Maros dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih pesat," ujarnya.

Menurut Kiai Noor, Rumah Kemas bukan hanya sekadar tempat pengemasan produk, namun juga menjadi unit konsultasi yang memberikan bimbingan mengenai kemasan sesuai standar SNI (Standar Nasional Indonesia) dan aspek higienisitas.

"Dengan adanya Rumah Kemas, diharapkan UMKM binaan Baznas dapat menghasilkan produk dengan kemasan yang lebih profesional dan menarik bagi konsumen," ujar Kiai Noor.

Selain itu, kata Kiai Noor, salah satu keunggulan Rumah Kemas adalah standarisasi kualitas produk. Sebelum dipasarkan, produk yang dikemas di Rumah Kemas harus memenuhi standar kualitas, legalitas, dan branding kemasan.

"Hal ini tidak hanya memberikan jaminan bagi konsumen akan keamanan produk, tetapi juga meningkatkan citra dan nilai jual produk UMKM binaan Baznas," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.