Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Dunia: Multilateralisme Penting untuk Hadapi Tantangan Global

📅 Selasa, 20 Feb 2024, 23:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bank Dunia: Multilateralisme Penting untuk Hadapi Tantangan Global Doc: Antara/Xinhua/Zhang Fan
Ket. Ketua Konferensi Keamanan Munich (MSC) Christoph Heusgen berbicara pada pembukaan MSC ke-60 di Munich, Jerman, 16 Februari 2024.

MUNICH - Multilateralisme saat ini makin penting dari sebelumnya dalam menghadapi serangkaian tantangan global. Dibutuhkan kerja sama aktif dengan para pemain internasional dan tidak akan dapat berhasil jika dikerjakan sendirian.

"Diperlukan lebih banyak lagi solidaritas internasional, dan kita dapat bersama-sama memecahkan masalah global," kata Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia, Axel van Trotsenburg dalam sebuah wawancara dengan Xinhua di sela-sela Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference/MSC) ke-60 pada Minggu (18/2).

Seperti dikutip dari Antara, Trotsenburg, mengatakan karena lanskap perkembangan global menjadi kian menantang, penderitaan negara-negara miskin menjadi perhatian khusus Bank Dunia.

Pejabat senior itu mengatakan ekonomi global menghadapi berbagai tantangan karena pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih lemah dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Dia menambahkan hal ini secara khusus berdampak pada prospek negara-negara berkembang, terutama negara-negara termiskin, yang mengandalkan pertumbuhan kuat untuk penciptaan lapangan kerja.

Trotsenburg menekankan perlunya menunjukkan lebih banyak lagi solidaritas internasional, dan menegaskan multilateralisme saat ini makin penting dari sebelumnya. Bank Dunia telah meningkatkan dukungan finansialnya, terutama untuk negara-negara berkembang.

Ketika membahas kontribusi Tiongkok kepada Bank Dunia, Trotsenburg mengatakan Tiongkok merupakan salah satu anggota yang aktif dan signifikan serta memiliki pengalaman perjalanan yang sangat menarik dengan Bank Dunia.

Dia menyampaikan melalui berbagai upaya pembangunan yang kuat dan penghapusan kemiskinan ekstrem, Tiongkok bertransisi dari negara penerima dukungan keuangan menjadi negara donor yang membantu negara-negara termiskin.

Dalam pandangannya, transformasi Tiongkok sangat positif dan mengirimkan sinyal penting kepada negara-negara berkembang bahwa kemajuan dapat dicapai dalam satu generasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.