Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer AS: Houthi Gunakan Drone Bawah Air Pertama di Laut Merah

📅 Senin, 19 Feb 2024, 15:38 WIB | Oleh:
Militer AS: Houthi Gunakan Drone Bawah Air Pertama di Laut Merah Doc: CBS News/CENTCOM
Ket. Kapal perang USS Gravely berpatroli di Laut Merah pada Desember 2023.

JAKARTA - Kelompok Houthi di Yaman mencoba menggunakan drone submersible untuk pertama kalinya. Namun drone tersebut hancur dalam gelombang serangan koalisi pimpinan AS pada akhir pekan, demikian klaim Komando Pusat AS.

Dilaporkan RT, Angkatan Laut AS melakukan lima serangan, mengenai tiga rudal jelajah Houthi, sebuah kapal permukaan tak berawak (USV), dan satu kapal bawah air tak berawak (UUV) pada Sabtu (17/2), kata CENTCOM di X (Twitter) pada Minggu (18/2).

"Ini adalah penggunaan UUV pertama yang dilakukan Houthi sejak serangan dimulai pada 23 Oktober,"tulis militer AS. UUV tersebut menghadirkan"ancaman nyata"terhadap kapal Angkatan Laut AS dan kapal komersial di wilayah tersebut, klaimnya.

Sejak awal operasi militer Israel di Gaza, militan Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, telah mengganggu banyak kapal yang berlayar di Laut Merah. Sebagai aksi solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, kelompok Houthi bersumpah akan menyerang kapal apa pun yang terkait dengan Israel sampai pengepungan Gaza berhenti.

Sebagai tanggapannya, AS meluncurkan koalisi maritim internasional untuk melakukan patroli di Laut Merah yang disebut 'Penjaga Kemakmuran', dengan tujuan melindungi jalur pelayaran.

Sejak pertengahan Januari, AS dan Inggris telah melancarkan serangan udara dan laut terhadap"beberapa fasilitas penyimpanan bawah tanah, komando dan kendali, sistem rudal, lokasi penyimpanan dan operasi UAV, radar, dan helikopter"di Yaman dalam upaya untuk menghancurkan"kemampuan Houthi" menyerang kapal militer dan kapal dagang.

Kelompok Houthi berjanji akan "menghadapi eskalasi dengan eskalasi"dan memperluas daftar target potensial mereka dengan memasukkan kapal dagang milik Amerika dan Inggris. Meskipun sejauh ini belum ada rudal Houthi yang mengenai kapal Angkatan Laut AS, kelompok tersebut telah meluncurkan sejumlah rudal dan drone terhadap kapal koalisi pimpinan AS di Laut Merah.

Serangan terhadap angkutan Terusan Suez - sebuah rute yang biasanya mencakup sekitar 15 persen pelayaran komersial dunia -memaksa perusahaan-perusahaan besar untuk menghindari Laut Merah dan berlayar mengelilingi pantai Afrika, karena menghadapi peningkatan biaya dan melonjaknya premi asuransi.

Pada hari Minggu, kapal lain yang berlayar di lepas pantai Yaman dihantam, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris. Nakhoda kapal melaporkan"ledakan di dekat kapal yang mengakibatkan kerusakan."Namun semua awak kapal selamat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.