Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keluarga Menuduh Negara Menyembunyikan Jenazah Navalny

📅 Minggu, 18 Feb 2024, 05:26 WIB | Oleh:
Keluarga Menuduh Negara Menyembunyikan Jenazah Navalny Doc: Istimewa
Ket. Foto Alexei Navalny di antara bunga di monumen Tembok Duka pada hari Sabtu di Moskow. Reaksi terhadap kematian Navalny tersebar luas, dengan protes terjadi di Rusia dan unjuk rasa di negara lain.

MOSKOW - Menyusul kematian tokoh oposisi terkemuka Rusia, Alexei Navalny, pada hari Jumat, keluarganya mengklaim negara tersebut "menyembunyikan" jenazahnya setelah juru bicara aktivis tersebut mengatakan, jenazah Navalny tidak ada di kamar mayat di Salekhard.

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, pada Sabtu (17/2), mengatakan, ibu dan pengacara Navalny telah mendatangi kamar mayat dan menemukannya ditutup, meskipun ada jaminan dari penjara bahwa kamar itu berfungsi dan jenazah Navalny ada di sana.

"Jenazah Alexei tidak ada di kamar mayat," tweet Yarmysh di X.

Newsweek melaporkan, selain itu, ibu dan pengacara Navalny sebelumnya telah mengunjungi lembaga pemasyarakatan di desa Kharp tempat Navalny ditahan ketika ibu politisi tersebut menerima pemberitahuan kematiannya, yang menunjukkan bahwa jenazahnya ditahan di kamar mayat Salekhard, dan penyelidikan sedang berlangsung.

Sementara seorang pegawai di kamar mayat mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah Navalny tidak pernah sampai di fasilitas tersebut.

"Jelas sekali mereka berbohong dan melakukan segala yang mereka bisa untuk menghindari penyerahan jenazah," tulis Yarmysh di X.

Meskipun tim Navalny mengatakan mereka masih belum bisa menemukan di mana jenazah politisi tersebut ditahan, Yarmysh mengatakan bahwa tim Navalny "menuntut agar jenazah Alexei Navalny segera diserahkan kepada keluarganya."

Pria 47 tahun ini mungkin adalah tokoh paling menonjol dalam oposisi politik Rusia terhadap pemerintahan Presiden Vladimir Putin .Pada saat kematiannya, ia menjalani hukuman kumulatif tiga dekade penjara karena penipuan, penghasutan dan pendanaan ekstremisme, serta tuduhan lain yang secara luas dianggap bermotif politik.

Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia pada hari Jumat mengumumkan bahwa Navalny meninggal di penjara setelah diduga pingsan saat berjalan-jalan. Meskipun outlet berita pemerintah Rusia Today, mengklaim bahwa Navalny meninggal karena pembekuan darah, kecurigaan adanya pembunuhan langsung tertuju pada Putin .

Pada tahun 2020, Navalny telah diracuni dengan senjata kimia Novichok, dan penyelidikan bersama oleh situs berita Rusia The Insider dan kelompok jurnalisme investigasi yang berbasis di Belanda Bellingcat, menyalahkan serangan tersebut pada agen intelijen Rusia. Kremlin membantah ada hubungannya dengan keracunan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.