Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Lembaga Bantuan Oxfam Peringatkan Krisis Kelaparan di Tigray, Ethiopia

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Lembaga Bantuan Oxfam Peringatkan Krisis Kelaparan di Tigray, Ethiopia Doc: ANTARA/Xinhua/Louis Denga
Ket. Foto Dokumen: Seorang pekerja FAO membawa sekarung biji-bijan sementara puluhan orang menunggu dengan sabar untuk membawa pulang satu karung di Bangui, Republik Afrika Tengah, 14 Juli 2021.

Athena - Kelompok lembaga bantuan internasional Oxfam pada Kamis (8/2) memperingatkan akan krisis kelaparan yang memburuk di wilayah Tigray, Ethiopia.

"Setelah dua tahun konflik, curah hujan yang tidak menentu selama musim tanam mengancam wilayah Tigray di Ethiopia ke dalam bencana kemanusiaan yang lebih parah," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi situasi yang memburuk di wilayah itu, Direktur kelompok tersebut di Ethiopia, Gezahegn Kebede, mengatakan "ini hanyalah puncak gunung es. Jutaan orang terpaksa menggunakan cara-cara yang tidak terbayangkan untuk mengatasi kelaparan dan mendapatkan makanan berikutnya. Melihat orang-orang kelaparan adalah suatu kebangkrutan secara moral dan politik."

"Meskipun bantuan kembali diberikan, bantuan tersebut hanyalah setetes air di gurun pasir, mengingat besarnya kebutuhan. Tanpa aliran bantuan yang mendesak dan besar serta peningkatan upaya kemanusiaan dari para donor, akan lebih banyak nyawa terancam," tambahnya.

Pada Januari, Komisi Manajemen Resiko Bencana Etiopia memperingatkan bahwa hampir 4 juta orang yang sebagian besar tinggal di wilayah bagian kekeringan membutuhkan bantuan makanan mendesak.

Wilayah yang paling buruk terdampak akibat kekeringan panjang termasuk Afar, Amhara, Tigray dan Oromia, dan wilayah selatan serta barat daya negara itu.

Peringatan itu muncul ketika wilayah Tigray yang dilanda perang sedang mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.