Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Lonjakan Harga, Pangkalpinang Gelar Pasar Murah Setelah Pemilu 2024

📅 Kamis, 08 Feb 2024, 08:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Lonjakan Harga, Pangkalpinang Gelar Pasar Murah Setelah Pemilu 2024 Doc: ANTARA/HO-Aprionis/Mega
Ket. Penjabat Wali Kota Pangkalpinang Lusje Anneke Tabalujan saat sidak stok dan harga beras di gudang distributor Pangkalpinang, Rabu (7/2/2024).

Pangkalpinang - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar pasar murah setelah penyelenggaraan Pemilu 2024, guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah itu.

"Kita berharap pasar murah ini dapat menekan harga beras dan cabai yang mengalami kenaikan," kata Penjabat Wali Kota Pangkalpinang Lusje Anneke Tabalujan di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan pasar murah ini bekerja sama dengan Bulog dan distribusisembako ini digelar setelah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta legislatif yang jatuh pada 14 Februari 2024, guna menekan kenaikan harga sembako di Kota Beribu Senyuman ini.

"Kegiatan pasar murah ini akan digelar pada 15 Februari tahun ini dan diharapkan masyarakat datang untuk membeli kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau," katanya.

Ia menyatakan dalam menjaga stabilitas harga sembako ini, Pemkot Pangkalpinang terus melakukan pemantauan stok dan harga sembako di gudang distributor dan pedagang di sejumlah pasar moderen dan tradisional di daerah ini.

"Kemarin red-Rabu (7/2), kami sudah melakukan sidak ke sejumlah distributor beras dan pedagang di pasar untuk memastikan ketersediaan beras, gula pasir, minyak goreng, bawang, cabai dan kebutuhan lainnya," katanya.

Menurut dia hasil kegiatan sidak kemarin hanya harga beras dan cabai merah yang mengalami kenaikan, sementara harga kebutuhan lainnya masih bertahan stabil.

Harga beras naik menjadi Rp79.000 dari harga sebelumnya Rp68.000 per kampil (satuan isi 5 kilogram), harga cabai merah naik menjadi Rp70.000 dari harga sebelumnya Rp40.000 per kilogram.

"Harga beras dan cabai ini naik karena naiknya tarif transportasi menjelang imlek, karena stok komoditas tersebut cukup hingga bulan depan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.