Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yaman dan AS Bahas Dampak Serangan Houthi di Laut Merah

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Yaman dan AS Bahas Dampak Serangan Houthi di Laut Merah Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Arsip - Pasukan Houthi Yaman berbaris sambil memegang senjata.

Sana'a - Ketua Dewan Kepimpinan PresidenYamanRashadAlAlimipada Minggu bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Urusan Timur DekatBarbaraLeafuntuk membahas dampak serangan pemberontakHouthi???????terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Pertemuan itu diadakan di ibu kota Arab Saudi,Riyadh, dan dihadiri Menteri Luar NegeriYamanAhmedAwadbin Mubarak, menurut kantor berita resmiYaman, Saba.

Saba melaporkan bahwa pertemuan itu difokuskan pada dampak seranganHouthiterhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah dan TelukAden, dan tentang kondisi kehidupan rakyatYamanyang menderita akibat krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

AlAlimimemperingatkan adanya bahaya dari aliran senjata dan dana Iran yang diselundupkan keHouthidan organisasi-organisasi teroris yang berafiliasi dengan mereka terhadap perdamaian dan keamanan internasional, menurut kantor berita itu.

"AlAlimijuga menekankan pentingnya mendukung pemerintahYamandalam mengendalikan secara penuh seluruh wilayah negara itu sesuai resolusi internasional yang sah," kataSaba, melaporkan.

"Terutama Resolusi 2216 (yang menyerukan penarikan pasukanHouthidari wilayah yang mereka kendalikan), yang mewakili peta jalan untuk melucuti senjata milisi dan membawa perdamaian dan stabilitas diYaman," sebut laporan itu.

Sebelumnya pada Minggu, juru bicara militerHouthi,YahyaSaree, mengatakan bahwa AS dan Inggris melakukan 48 serangan udara di enam provinsiYamanselama beberapa jam terakhir dan bersumpah akan melakukan pembalasan.

Komando Pusat AS membuat pernyataan di platform X bahwa pasukan AS bersama Inggris dengan dukungan Australia,Bahrain, Kanada, Denmark, Belanda, dan Selandia Baru, telah melakukan serangan udara terhadap 36 target di 13 daerahYamanyang berada di bawah kekuasaanHouthiyang didukung oleh Iran.

KelompokHouthitelah mengincar kapal-kapal kargo di Laut Merah yang dimiliki atau dioperasikan oleh perusahaan Israel atau mengangkut barang ke dan dari Israel sebagai bentuk solidaritas terhadapGaza, yang diserang secara gencar oleh Israel sejak 7 Oktober.

Di tengah ketegangan yang meningkat akibat serangan udara gabungan AS dan Inggris terhadap target-targetHouthidiYaman, kelompok militan itu menyatakan bahwa kapal-kapal AS dan Inggris adalah target militer yang sah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.