Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kremlin, Kompleks Benteng Pertahanan Russia

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Pembangunan Kembali

Pada abad ke-15, banyak bangunan yang ditemukan di Kremlin telah rusak. Kebakaran, gempa bumi, dan bencana alam lainnya telah berdampak buruk pada struktur bangunan sehingga tidak tahan lama.

Pada masa pemerintahannya, Ivan III (Ivan Agung, memerintah 1462-1505) melaksanakan proyek besar untuk membangun kembali Kremlin. Ia ingin Moskwa mewakili kekuatan Russia, sebuah kota yang disebut sebagai 'Roma Ketiga,' setelah Roma dan ibu kota Romawi timur di Konstantinopel.

Selama Renaisans, bakat arsitek Italia dikagumi secara luas di seluruh Eropa, dan pada 1474, Ivan III mengirim sekelompok perwakilan ke Italia untuk mempekerjakan seorang arsitek Italia.

Ridolfo Fioravanti, seorang arsitek, insinyur, dan ahli benteng militer dari Bologna, dibawa kembali ke Moskwa. Bakatnya sangat diminati, namun Ridolfo memutuskan bahwa Moskwa akan menjadi tempat terbaik untuk memamerkan karyanya secara maksimal.

Fioravanti memerintahkan agar batu bata digunakan di Kremlin untuk memperkuat struktur batu kapur yang sudah ada dan memperkenalkan penggunaan sekop logam dan sistem katrol kepada para pembangun.

Karya Fioravanti yang paling terkenal adalah Katedral Dormition, yang ditahbiskan pada 1479 dan dianggap sebagai salah satu katedral paling suci di Moskwa. Setelah kematian Fioravanti, lebih banyak arsitek dan insinyur didatangkan dari Italia.

Namun Ivan III meninggal tiga tahun sebelum selesai dibangun dan tidak pernah melihat hasil akhirnya, yaitu bangunan batu bata merah dan putih yang indah. Menara Lonceng Ivan yang Agung selesai dibangun pada 1508 oleh arsitek Bon Fryazin dan merupakan bangunan tertinggi di Kremlin, memainkan peran penting dalam pertahanan Kremlin sebagai menara pengawas pusatnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.