Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Minggu

📅 Minggu, 04 Feb 2024, 06:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Minggu Doc: ANTARA/HO
Ket. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan berpotensi mengguyur mayoritas wilayah di Indonesia pada Minggu.

Melalui keterangan resmi di laman web BMKG di Jakarta, Minggu, diprakirakan hujan dengan intensitas ringan bakal mengguyur sejumlah wilayah seperti Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Palangka Raya, Mataram, Kendari, Ambon, dan Manokwari.

Sementara hujan dengan intensitas sedang diprakirakan bakal turun di Semarang, Surabaya, dan Makassar, dengan suhu udara berkisar antara 24-34 derajat Celsius.

Kemudian, hujan disertai petir diprakirakan bakal mengguyur Bandung, Banjarmasin, Kupang dan Samarinda. Secara khusus BMKG mengingatkan kepada warga Samarinda untuk berhati-hati, karena hujan petir diprakirakan terjadi sepanjang hari.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Padang, Tanjung Pinang, Pontianak, Denpasar, Mamuju, dan Ternate diprakirakan berawan, serta DKI Jakarta dengan awan yang lebih tebal.

Sedangkan cuaca cerah berawan diprakirakan meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Gorontalo, Manado, dan Jayapura.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dan siap siaga terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari 2024.

"Cuaca ekstrem ini dapat terjadi selama periode puncak musim hujan di Januari dan Februari. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih memiliki peluang yang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia," katanya.

Sedangkan untuk daerah dataran tinggi atau rawan longsor dan banjir, ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.