Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes DIY: Masyarakat Harus Waspadai Gigitan Ular Selama Musim Hujan

📅 Jumat, 02 Feb 2024, 00:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes DIY: Masyarakat Harus Waspadai Gigitan Ular Selama Musim Hujan Doc: ANTARA/Siswowidodo
Ket. Seorang relawan Exotic Animal Lovers (Exalos) Indonesia memperlihatkan seekor ular Pucuk (Ahaetulla prasina) sebelum dilepasliarkan di kawasan hutan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/12/2022).

Yogyakarta - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat di provinsi setempat mewaspadai bahaya gigitan ular berbisa yang kasusnya berpotensi meningkat saat musim hujan.

"Di Gunungkidul ada beberapa kasus (gigitan ular berbisa) sehingga ini juga harus diwaspadai daerah lain, karena kalau musim hujan mereka kan keluar dari lubang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis.

Manakala ada warga yang menjadi korban gigitan ular, katanya, harus segera dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapat penanganan medis.

"Penanganan pertamanya harus dibawa ke fasyankes terdekat. Jadi, begitu ada kasus seperi itu harus tidak ada tawar menawar lagi ke fasyankes, puskesmas atau klinik," ujar dia.

Pembajun mengakui akibat beberapa kasus gigitan ular berbisa yang terjadi di Gunungkidul beberapa waktu terakhir, Dinkes DIY bahkan harus mengajukan kembali stok serum anti bisa ular (ABU) ke pemerintah pusat.

"Alhamdulillah kita sudah dapat, sudah sedia. Untuk pemakaian ABU untuk bisa ular itu tidak bisa satu orang satu (dosis), tidak. Harus sesuai standar bobotnya atau bisa apa yang masuk dan (jenis) ular yang seperti apa," kata dia.

Meski dipastikan saat ini persediaan ABU di DIY dalam kondisi cukup, Pembajun menuturkan penggunaan ABU bakal dimobilisasi langsung oleh masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota.

Menurutnya, sudah ada beberapa rumah sakit di DIY yang menyediakan sendiri penawar bisa ular itu.

"Karena agak mahal ya ABU ini, dinkes kabupaten/kota itu siap memobilisasi ABU di wilayah mereka," kata dia.

Pembajun menilai bahaya gigitan ular menjadi salah satu hal yang penting untuk diwaspadai masyarakat disamping menjaga kesehatan agar terhindar dari potensi penyakit musim hujan seperti leptospirosis hingga diare.

"Kuncinya satu kebersihan lingkungan, kemudian perilaku mengonsumsi, dan jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.