Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanada Mulai Selidiki Campur Tangan Tiongkok dalam Pemilu

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kanada Mulai Selidiki Campur Tangan Tiongkok dalam Pemilu Doc: AP/Sean Kilpatrick
Ket. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara dalam konferensi pers di Parliament Hill di Ottawa, Ontario, pada Senin, 6 Maret 2023.

TRenton - Pemerintah Kanada memerintahkan deportasi terhadap seorang perempuan Tiongkok bernama Jing Zhang, ketika Ottawa pada Senin (29/1) memulai penyelidikannya mengenai campur tangan asing dalam pemilihan federal Kanada.

Dewan Imigrasi dan Pengungsi Kanada mengatakan Jing Zhang adalah roda penggerak dalam program campur tangan asing Tiongkok dan merupakan pegawai Kantor Urusan Tiongkok Luar Negeri di Kanada selama 11 tahun, yang menurut dewan tersebut merupakan kepanjangan tangan mata-mata Pemerintah Tiongkok.

Beijing dituduh menjalankan apa yang disebut sebagai kantor kepolisian Tiongkok di Kanada, yang didirikan untuk membungkam kritik warga Kanada keturunan Tiongkok terhadap Beijing.

Penyelidikan ini dinamai "Penyelidikan Publik mengenai Campur Tangan Asing dalam Proses Pemilu Federal dan Lembaga-Lembaga Demokrasi."

Penyelidikan tersebut diperintahkan setelah media Kanada, yang mengutip personel badan intelijen anonim dan dokumen rahasia, menyebut Tiongkok ikut campur dalam pemilu federal pada 2019 dan 2021.

Komisi penyelidikan dugaan intervensi asing tersebut juga akan menyelidiki campur tangan Rusia dan India serta campur tangan negara-negara lain.

Komisi independen ini menghadapi tantangan karena harus mempertimbangkan seberapa banyak informasi yang dapat dibagikan tanpa membahayakan keamanan.

Marie-Josee Hogue sebagai ketua komisi penyelidikan tersebut mengatakan bahwa penyelidikan ini dilakukan dengan "tantangan, keterbatasan, dan potensi dampak buruk yang terkait dengan pengungkapan informasi rahasia keamanan nasional dan intelijen kepada publik."

"Ini adalah salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi komisi ini," kata Hogue dalam pernyataan media.

Direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS) David Vigneault dan Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc diperkirakan akan hadir di hadapan komisi tersebut pekan ini.

Komisi akan bekerja untuk memastikan keamanan warga Kanada keturunan Tiongkok yang bersaksi dalam penyelidikan. CSIS telah memperingatkan bahwa beberapa orang telah menjadi sasaran ancaman.

Komisi tidak memiliki tenggat waktu untuk menyelesaikan penyelidikan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.