Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Romo Beny Mengajak Pilih Pemimpin Menggunakan Logika dan Akal Sehat

📅 Senin, 29 Jan 2024, 22:32 WIB | Oleh:
Romo Beny Mengajak Pilih Pemimpin Menggunakan Logika dan Akal Sehat Doc: Istimewa
Ket. Romo Beny menyatakan bahwa para pemilih potensial adalah generasi Z yang harus diajak memilih secara rasional

SOLO - Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Antonius Benny Susetyo, atau yang dikenal sebagai Romo Benny, baru-baru ini mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dalam pemilu dengan menggunakan akal sehat dan logika yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Menurutnya, pemilu tahun 2024 akan menjadi pesta demokrasi terbesar bagi rakyat Indonesia. Selain memilih pemimpin di tingkat nasional, rakyat yang memiliki hak pilih juga menentukan pemimpin di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Pemilu merupakan instrumen utama demokrasi yang memainkan peran Sebagai alat sirkulasi elit dan kepemimpinan, sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara.

"Dalam gerak laju pelaksanaan pemilu, apa yang menjadi prinsip universal demokrasi menemukan momentum aktualisasinya; daulat rakyat, hak asasi manusia, kebebasan sipil, serta musyawarah mufakat," katanya dalam diskusipPublik dengan tema Wawasan Politik Menjelang Pemilu 2024, dalam rangka pertemuan sinodal 3 Gereja Utusan Pentakosta di Indonesia, di Solo, Kamis (24/1).

"Dengan memilih pemimpin yang tepat diharapkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang dibuktikan dengan tercapainya Indonesia Emas dapat terlaksana," tambah Benny.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan para kepala gereja dan pendeta dapat memimpin jemaat agar memilih dengan hati nurani dengan harapan para pemilih khususnya para pemilih pemula dapat menggunakan haknya dengan cerdas,tepat dan efektif sekaligus dapat menciptakan suasana pesta demokrasi yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Benny menyatakan bahwa kita harus sadar bahwa Pemilu sebagai sarana demokrasi yang ideal dan benar benar adil adalah suatu hal yang Utopis. "Di lapangan kita menghadapi kenyataan bahwa ongkos pemilu yang mahal menjadikan hal yang seharusnya menjadi perayaan dan penghormatan terhadap demokrasi ini menjadi hal yang penuh intrik,dinamika dan transaksi."

Menurutnya, pada tahun 2024 tersebut kita sudah harus mulai bisa memperhatikan para calon pemimpin dengan melihat rekam jejak,kestabilan psikologis dan kemampuan mereka dalam berdiri bersama rakyat dan pemilih, kita harus bisa melihat pemimpin mana yang memiliki keutamaan yaitu mereka yang memiliki kematangan emosi, kearifan dan kebijaksanaan, menghormati keberagaman, hak asasi manusia dan peduli pada mereka yang terpinggirkan.

"Kita harus menyadari dalam era digital Ini sifat buruk bangsa Indonesia benar benar tergali, kita tak sadar menjadi pribadi yang melodramatis, mudah terjebak pada romantisme dan masa keemasan masa lalu serta menjadi mereka yang bersumbu pendek ,mereka yang menjadi komunitas pengiya kata yang membagikan hal dan Informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu," ungkapnya

Lebih lanjut Doktor Komunikasi Politik itu menyatakan bahwa para pemilih potensial adalah generasi Z yang harus diajak memilih secara rasional dan tidak terjebak memilih atas dasar afeksi, pengkultusan figur tertentu, politik Identitas dan romantisme masa lalu yang digunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk meraih kekuasaan.

"Kita harus membuat masyarakat khususnya para gen Z sadar bahwa martabat tidak bisa direduksi dengan uang dan udentitas, dan menjadi bermartabat, berarti mereka benar benar bisa memilih atas dasar pikiran sehat ,dan terhormat mereka memilih berdasarkan kenyataan bahwa Demokrasi tidak memberi jaminan kesejahteraan namun memberi jaminan mengenai kemanusiaan, kehormatan dan kesempatan," tuturnya.

Dalam kesempatan Ini Benny juga menyatakan bahwa sebagai Agen Perubahan kiranya para peserta diskusi dapat memberikan contoh dan edukasi politik kepada masyarakat di sekitarnya.

"Memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara memilih pemimpin misalnya dengan metode analisa kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) pada setiap calon calon pemimpin yang akan dipilih hingga benar benar didapatkan pemimpin yang benar benar efektif dan mampu bekerja sesuai ekspektasi," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

59 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.