Kesenjangan Produktivitas Lahan Pertanian Mendesak Dibenahi
Senin, 29 Jan 2024, 00:03 WIBJAKARTA - Pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional diminta untuk lebih memprioritaskan intensifikasi lahan ketimbang ekstensifikasi atau perluasan lahan dengan membuka lahan pertanian baru yang bisa berdampak pada lingkungan.
Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Aditya Alta, dalam keterangannya di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan perlunya memprioritaskan intensifikasi karena kesenjangan produktivitas lahan pertanian yang ada di Pulau Jawa dan di luar Jawa masih sangat lebar.
"Kesenjangan produktivitas pertanian antara Pulau Jawa dengan luar Jawa masih cenderung besar maka optimalisasi lahan pertanian yang ada perlu terus digenjot," kata Aditya.
Desakan peningkatan produktivitas juga karena produktivitas lahan per hektare beberapa komoditas seperti padi dan kedelai beberapa tahun terakhir terus menurun.
Penelitian CIPS menunjukkan produktivitas pertanian padi di Jawa mencapai 5,64 ton/hektare atau 23 persen lebih tinggi daripada produktivitas padi di luar Jawa yang hanya mencapai 4,58 ton per hektare.
Adapun luas panen padi di luar Jawa mencakup sekitar 50 persen dari luas panen padi nasional, namun kontribusinya pada produksi padi nasional hanya 44 persen. Penelitian juga menjabarkan faktor-faktor yang berkontribusi pada kurang optimalnya produktivitas padi di luar Jawa seperti akses pada irigasi, penggunaan pupuk, dan penerapan pola tanam "jajar legowo" yang mengatur jarak antarbenih.
"Potensi hasil pertanian di luar Jawa masih bisa meningkat signifikan jika faktor-faktor ini lebih ditingkatkan, sehingga perluasan lahan tidak lagi menjadi satu-satunya cara meningkatkan produktivitas," kata Aditya.
Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Pertanian, Masyhuri, mengatakan untuk kasus Indonesia, pertanian tidak bisa hanya mengandalkan intensifikasi pertanian, sebab ada laju alih fungsi lahan yang besar setiap tahun yakni sekitar 100 ribu hektare.
"Meskipun ada banyak UU yang berusaha menahan laju alih fungsi, tapi kenyataannya alih fungsi terus terjadi. UU harus ditegakkan, tapi ekstensifikasi harus juga dikerjakan," kata Masyhuri.
Intensifikasi pertanian yang harus dikerjakan, menurut Masyhuri, bertumpu pada empat hal utama, yaitu perbaikan irigasi, ketersediaan benih unggul, pupuk yang stabil, dan ketersediaan teknologi on farm maupun off farm.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jakarta Investment Award 2026 Masuk Tahap Akhir, 5 Aspek Jadi Tolok Ukur Penilaian
-
Dishub Kaltara Rehabilitasi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung
-
Petani MAJU Summit 2026 Digelar, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Pertanian Tumbuh
-
Rekor Baru, Pre-Order Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Capai 271 Ribu
-
KPK Periksa Dirut PT CMC, Proyek di Sejumlah Kabupaten Kota Bengkulu Didalami.
-
Sektor Informal Masih Menyerap Banyak Tenaga Kerja Indonesia
-
Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.