Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Berpotensi di Jawa Tengah pada 29-31 Januari

5 Senin, 29 Jan 2024, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Berpotensi di Jawa Tengah pada 29-31 Januari BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Berpotensi di Jawa Tengah pada 29-31 Januari Doc: antarafoto
Ket. Longsor akibat cuaca ektrem.

CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah pada 29-31 Januari 2024.

"Berdasarkan data yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani Semarang hari ini, potensi terjadinya cuaca ekstrem itu dipengaruhi oleh beberapa faktor," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin (29/1).

Ia mengatakan faktor pemicu terjadinya cuaca ekstrem itu di antaranya aktivitas monsun Asia yang disertai adanya potensi seruakan dingin, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator, termasuk sekitar wilayah Jateng.

Selain itu, kata dia, daerah konvergensi terpantau di sekitar Jateng dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di provinsi tersebut.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 29-31 Januari," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Senin (29/1) meliputi Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Kabupaten/Kota Magelang, Pati, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Purworejo, Kota Salatiga, Kabupaten/Kota Semarang, Sukoharjo, Kota Surakarta, Sragen, Kabupaten Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, dan sekitarnya.

Sementara wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Selasa (30/1) meliputi Kabupaten Batang, Blora, Brebes, Boyolali, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Klaten, Kudus, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Purworejo, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Sragen, Kabupaten Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, dan sekitarnya.

Selanjutnya pada hari Rabu (31/1), cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Batang, Banyumas, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Grobogan, Karanganyar, Kendal, Klaten, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Sragen, Sukoharjo, Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, dan sekitarnya.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada 29-31 Januari yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

"Jika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana diimbau untuk bisa melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang aman guna meminimalisasi risiko bencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.