Pemkab: Sejarah Situs Patiayam Kudus Bakal Dibukukan
Jumat, 26 Jan 2024, 17:25 WIBKudus -- Sejarah tentang keberadaan Situs Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal dibukukan sehingga masyarakat luas bisa mengetahui kebudayaan masa lalu secara lengkap, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah.
"Untuk saat ini sedang dilakukan penelitian sisa vertebrata di Situs Patiayam dengan menghadirkan para peneliti yang tergabung dalam Center for Preshistory and Austronesian Studies (CPAS) Indonesia bersama Yayasan Dharma Lestari," ujarnya di Kudus, Jumat.
Ia mengakui rencana sejarah Situs Purbakala Patiayam Kudus dibukukan merupakan bantuan dari Yayasan Dharma Lestari yang sebelumnya berkunjung ke Desa Terban.
Ternyata, kata dia, masih banyak warga yang menemukan fosil purba tidak mengetahui harus diperlakukan seperti apa, sehingga pengelola yayasan tersebut berinisiatif membantu Pemkab Kudus untuk pengembangan Situs Patiayam sekaligus upaya pelestariannya agar tetap terjaga.
Oleh karena itu, imbuh dia, Yayasan Dharma Lestari mendatangkan tim peneliti yang melakukan penelitian sisa vertebrata di Situs Purbakal Patiayam.
Kegiatannya, mulai dari meliputi studi lapangan, survei, ekskavasi, dan analisis temuan sisa vertebrata di situs yang berumur hampir satu juta tahun yang lalu itu dengan melibatkan pakar arkeologi Prof. Dr. Truman Simanjuntak.
Pakar arkeologi tersebut, sebelumnya juga pernah melakukan penelitian fosil hewan purba yang ditemukan di wilayah Patiayam Kudus pada tahun 1980.
Penemuannya ada dua jenis gajah purba, yakni stegodon dan elepas. Sedangkan fosil purba yang baru ditemukan merupakan gajah purba elepas.
"Setelah dibukukan harapannya semakin dikenal, terutama generasi muda. Sehingga Situs Patiayam nantinya menjadi daya tarik wisata dan menjadi efek ganda, termasuk salah satu destinasi wisata andalan di Kudus serta bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar," ujarnya.
Penelitian di Situs Patiayam sendiri difokuskan di dua lokasi di Desa Terban. Sedangkan studi lapangan dilakukan sejak November 2023.
Pada saat ke lokasi temuan gajah purba elepas, ditemukan fosil gading, rahang, gigi, tulang rusuk, tulang belakang, dan ruas tajuk dari tulang belakang yang ditemukan masih utuh.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Harga Melonjak: Bensin di Inggris Sentuh 1,5 Poundsterling Per Liter
-
Pengawasan Kebijakan Pelestarian Cagar Budaya di Banyuwangi
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
-
Usulan untuk Meeningkatan Status Lima Cagar Budaya di Sumut
-
Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung
-
Suite Class KAI Laris Manis, Kereta Mewah KAI Makin Diminati, 42 Ribu Lebih Penumpang Ikut Ngerasain
-
Iva Jovic Singkirkan Yulia Putintseva dalam 53 Menit di Australian Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.