Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Harus Miliki Database Perasuransian

2 Jumat, 26 Jan 2024, 08:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Harus Miliki Database Perasuransian Indonesia Harus Miliki Database Perasuransian Doc: istimewa
Ket. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyatakan sudah saatnya Indonesia memiliki database (basis data) perasuransian. dalam “Outlook Industri Asuransi Jiwa dan Ekonomi Tahun 2024” di Jakarta, Kamis (25/1)

JAKARTA - Indonesia seharusnya memiliki data base perasuransian untuk menghadapi dinamika perekonomian global ke depan. Dengan itu industri asuransi bisa melakukan evaluasi dan perencanaan.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menyatakan sudah saatnya Indonesia memiliki database (basis data) perasuransian.

"Dari waktu ke waktu, kami berdiskusi baik sesama industri asuransi, maupun dengan asosiasi asuransi perasuransian lain, maupun dengan regulator kita, bahwa sudah saatnya untuk Indonesia memiliki database perasuransian. Entah dibangun oleh regulator kita, entah diberikan mandat kepada asosiasi atau pihak tertentu untuk bangun, kelola," kata dia dalam acara "Outlook Industri Asuransi Jiwa dan Ekonomi Tahun 2024" di Jakarta, Kamis (25/1).

Dengan adanya database perasuransian, lanjutnya, maka akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melayani dan mempertahankan nasabah, serta memberikan saran maupun tawaran yang semakin tepat kepada masyarakat Indonesia untuk proyeksi sekaligus perencanaan keuangan.

Salah satu cara untuk menciptakan basis data perasuransian adalah dengan Artificial Intelligence (AI) yang disebut belum banyak diterapkan di Indonesia. Upaya tersebut dapat mendukung perusahaan asuransi untuk memudahkan mereka dalam membaca profil seseorang yang mencari produk asuransi, lalu mengetahui produk yang cocok untuk nasabah dalam jangka waktu dan rentang nilai premi tertentu.

"Bahkan, bukan hanya dalam pemasaran produk, tapi juga mungkin dengan artificial intelligence, kita bisa melihat semua nasabah kita yang ada saat ini, katakanlah di satu perusahaan asuransi, nasabahnya ada satu juta, mungkin bisa dilihat dengan kemampuan artificial intelligence-nya, yang mana yang tingkat ketidakpuasannya mulai naik, yang mana yang kebutuhan untuk mencari produk baru itu juga ada, sehingga sebelum terjadi sesuatu, mungkin sudah bisa dikontak terlebih dahulu oleh si perusahaan asuransi untuk menawarkan sesuatu yang lebih baik," ungkap Budi.

Bagi dia, upaya menciptakan AI merupakan pekerjaan rumah (PR) yang sangat besar. Namun, dia percaya Indonesia memiliki bakat-bakat yang mampu menciptakan AI, tetapi mungkin hambatan utama dalam melakukan usaha tersebut terkait dengan mempersiapkan big data dan data security.

"Kalau industri asuransi ini berdiri bersama-sama, datanya banyak, berjuta-juta. Ambil 10-20 tahun terakhir, maka kita bisa melihat behavior pola masyarakat pengguna asuransi gitu ya. Tapi, ketika berdiri sendiri-sendiri, mungkin datanya ada 500 ribu tertanggung, ada yang mungkin 1 juta tertanggung, ada yang mungkin sekian juta tertanggung," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, ekonom senior Indef Aviliani mengatakan industri asuransi harus menyesuaikan produknya dengan karakteristik pasar. Hal itu karena tantangan ekonomi global ke depan semakin kompleks dan industri harus semakin inovatif.

"Misalnya bagaimana menghadapi karakteristik generasi milenial dan gen z maka produk produk asuransi juga harus mengikuti karakteristik mereka," kata Aviliani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Perempuan Disiapkan Kredit Rp2,6 Triliun dengan Bunga Tetap

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perempuan Disiapkan Kredit ...

Memerangi Berita Bohong Menjadi Tugas Bersama

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Memerangi Berita Bohong Men...
Ekonomi
100 Anggota PAPRI dapat  Pe...

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.