BKKBN Harapkan Tekan Kelahiran Stunting Baru

Jumat, 26 Jan 2024, 03:23 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa menekan kelahiran stunting baru menjadi strategi paling jitu untuk menurunkan angka stunting.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat menerima audiensi Bupati Nias Barat, Sumatera Utara, Khenoki Waruwu, di Jakarta, Rabu (24/1). "Strategi paling jitu adalah mencegah lahirnya stunting baru, dan itu tidak sulit karena yang hamil (di Kabupaten Nias Barat) hanya 1.800 orang per tahun, sehingga kalau sebulan yang lahir kira-kira 150 orang, per hari yang melahirkan hanya tiga orang," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/1).

Ket. Foto: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo. — Sumber: antara

Ia menuturkan setelah dilakukan hitung-hitungan, di Nias Barat dengan luas wilayah mencapai 473,73 km persegi dengan jumlah penduduk 97.633 jiwa (data BPS) di pertengahan tahun 2023, angka stuntingnya mencapai 360 orang atau 20 persen.

"Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, ada beberapa tips dan trik cepat da?am menurunkan stunting. Dari tiga bayi yang lahir, mungkin ada satu yang panjang badannya kurang dari 48 cm. Untuk itu, intervensi bisa segera dilakukan kepada orang tua dan bayi bersangkutan," ujar dia.

Agar intervensi bisa dilakukan dengan cepat, Hasto menyarankan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Nias Barat agar memperhatikan perempuan yang melahirkan. "Kepala Dinkes atau Bapak Bupati, mungkin bisa jangan pulang kantor dulu sebelum mendengar tiga orang melahirkan. Inilah spirit untuk mencegah lahirnya stunting baru," ucapnya.

Berdasarkan dari aplikasi elektronik siap nikah dan hamil, pemutakhiran data keluarga tahun 2023, serta verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting (verval KRS) serta sistem informasi manajemen nikah (Simkah) Kementerian Agama tahun 2023, di Nias Barat setiap tahun yang menikah tidak lebih dari 900 pasangan.

Berdasarkan data Elsimil, dari rata-rata 900 orang tersebut, di tahun 2023 hanya 81 orang yang mengisi aplikasi Elsimil. Dari 81 orang, 15 orang di antaranya terpantau dalam kondisi terlalu kurus.

"Jadi jumlahnya sekitar 18,5 persen, dan jangan-jangan dari 900 pasangan yang menikah itu kalau kita data semua, yang lingkar lengannya kurang dari 23,5 jumlahnya 18,5 persen," paparnya.

Bagi pasangan menikah yang mengalami kondisi tersebut, lanjut Hasto, disarankan untuk tidak hamil dulu sebelum memenuhi syarat. "Boleh menikah, tetapi jangan hamil dulu," ujar dia.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Nias Barat, dalam sehari rata-rata hanya ada tiga pasangan yang menikah dan telah mendapatkan pendampingan 315 orang yang tergabung dalam tim pendamping keluarga (TPK).

Hasto juga menekankan faktor lain penyebab stunting yang perlu diperhatikan, salah satunya sanitasi, misalnya air bersih dan jamban, karena dari data verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting, air bersih di beberapa kecamatan di Nias Barat masih belum layak minum.

Faktor lain yang mempengaruhi stunting, sambung dia, yakni 4 terlalu atau 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak anak).

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Nias Barat yakni 29,4 persen.

Hasto juga mengapresiasi berbagai upaya Bupati Nias Barat karena sudah menyerap anggaran dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) dengan baik. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.