Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Diimbau Tanam Padi Tahan Rebah Hadapi Puncak Musim Hujan

📅 Rabu, 24 Jan 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Diimbau Tanam Padi Tahan Rebah Hadapi Puncak Musim Hujan Doc: ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko
Ket. Petani merawat sawah

Yogyakarta - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau petani di provinsi ini menanam varietas padi tahan rebah untuk mengantisipasi gagal panen akibat cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan.

"Mengantisipasi gagal panen gunakan varietas (padi) tahan rebah," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP DIY Andi Nawa Candra di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Andi, sejumlah varietas padi yang cocok untuk dipilih petani karena kelebihannya menahan rebah akibat angin atau banjir saat musim hujan antara lain Inpari 32, 42 dan 47 unggul dan bersertifikat.

"Itu adalah varietas padi terbaru, unggul, dan bersertifikat," kata dia.

Untuk mencegah gagal panen akibat pasokan air berlebih atau banjir di area sawah, menurut Andi, para petani perlu memperhatikan pengairan teknis. "Irigasi tersier dibersihkan sehingga aliran lancar," ujar dia.

Menurut Andi, lahan pertanian perlu dibuatkan saluran pembuangan sehingga saat muncul genangan air cepat mengalir ke luar.

Selain itu, lanjut dia, para petani di DIY juga disarankan untuk mengurangi pemakaian pupuk urea karena berpotensi membuat tanaman mudah roboh.

"Tingkatkan pemakaian pupuk organik cair, pupuk hayati, Silika atau abu dapur untuk kekokohan tanaman," ucap Andi Nawa Candra.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga di DIY mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Februari 2024.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan pada tiga dasarian ke depan atau dasarian III Januari hingga dasarian II Februari 2024 curah hujan di DIY diprediksi berkisar antara 20-150 mm dengan kriteria rendah-menengah.

"Perlu diwaspadai pada periode musim hujan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung yang berpotensi terjadi di daerah-daerah rawan bencana di wilayah D.I. Yogyakarta terutama di puncak musim penghujan," kata Reni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.