Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ron DeSantis Mundur dari Bursa Kandidat Capres

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ron DeSantis Mundur dari Bursa Kandidat Capres Doc: AFP/CHRISTIAN MONTERROSA
Ket. Ron DeSantis

WASHINGTON DC - Gubernur Florida, Ron DeSantis, yang pernah menjadi saingan utama Donald Trump dari Partai Republik, mengakhiri kampanye pemilihannya pada Minggu (21/1) dan memutuskan untuk memberikan dukungan kepada mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu.

DeSantis mundur setelah berbulan-bulan melemahnya dukungan dan jajak pendapat lebih banyak memberikan dukungan pada Nikki Haley dan Trump sebagai kandidat dari Partai Republik untuk pemilihan presiden AS pada November mendatang.

Dalam pesan video, DeSantis mengatakan bahwa walau ia berhasil menempati posisi kedua pada kaukus Iowa pekan lalu, ia tidak bisa meminta pendukung untuk menyumbangkan waktu dan sumber daya mereka jika pihaknya tidak memiliki jalan yang jelas menuju kemenangan.

"Oleh karena itu, saya hari ini menangguhkan kampanye saya," ucap DeSantis.

Keputusan itu diambil kurang dari dua hari sebelum pemilihan pendahuluan di New Hampshire, dimana jajak pendapat menunjukkan dia jauh di belakang kandidat terdepan Trump dan mantan Duta Besar PBB, Haley.

"Jelas bagi saya bahwa mayoritas pemilih utama Partai Republik ingin memberi Donald Trump kesempatan lagi," kata DeSantis.

Pada Selasa (16/1) lalu, Trump meraih kemenangan di Iowa dengan 51 persen pemilih Partai Republik memilih mantan presiden yang dua kali dimakzulkan itu dibandingkan DeSantis, yang hanya memperoleh 21 persen suara, dan Haley dengan 19 persen suara.

Tidak ada kandidat yang pernah kalah dalam pemilu setelah merebut dua negara bagian pertama, dan Trump hampir pasti akan menyatakan nominasi Partai Republik berakhir jika ia menang di New Hampshire.

Sulit Tandingi

Sementara itu Haley dalam dalam pernyataan memperingatkan bahwa AS bukanlah negara penobatan.

"Sejauh ini, hanya satu negara bagian yang memberikan suaranya. Separuh dari suaranya diberikan kepada Donald Trump, dan separuhnya lagi tidak. Para pemilih berhak untuk menentukan apakah kita akan memilih Trump dan Biden lagi, atau kita akan memilih jalan konservatif baru," kata Haley.

Sebelumnya banyak anggota Partai Republik menaruh harapan pada DeSantis yang pada usianya yang ke-45 tahun telah dianggap oleh beberapa orang sebagai bintang sayap kanan yang sedang naik daun. Namun pencalonannya, yang diumumkan pada akhir Mei lalu, sulit untuk menandingi Trump, 77 tahun.

DeSantis sendiri adalah seorang mantan perwira angkatan laut yang pada 2018 terpilih sebagai Gubernur Florida setelah ia menerima dukungan yang berharga dari Trump dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik.AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.